Dulohupa.id – 6 warga Suku Bajo Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo, Gorontalo terpaksa harus dievakuasi menggunakan kapal ikan milik nelayan, setelah mereka terombang ambing dilautan selama 12 belas jam akibat perahu yang mereka tumpangi dihantam ombak dan angin kencang pada Senin, (13/2/2023).
Keenam warga Suku Bajo yang diantaranya seorang ibu hamil dan Balita tersebut, awalnya berangkat dari pulau Kabalutan, Kabupaten Tojo Una Una, Sulawesi Tengah pada Senin pagi kemarin menuju Desa Bajo, Kecamatan Tilamuta, Boalemo. Namun saat berada di tengah laut, perahu yang mereka tumpangi dihantam ombak besar sehingga membuat mesin perahu rusak.
“Sekitar jam 8 pagi, perahu tersebut mengalami mati mesin diakibatkan oleh cuaca yang tidak bersahabat, gelombang tinggi dan angin kencang” ungkap Kepala Satuan Polisi Perairan dan Udara Polres Boalemo IPTU Mahyudin Thalib.
Kepolisian yang mendapatkan informasi dari keluarga korban, langsung berkoordinasi dengan kapal nelayan yang sedang mencari ikan di area yang tak jauh dari tempat kejadian.
Setelah beberapa jam melakukan pencairan, para korban akhirnya ditemukan tengah mengamankan diri di salah satu rakit milik warga yang ada di tengah laut.
“Kami langsung berkoordinasi dengan kapal ikan yang tengah menangkap ikan di sekitar area tersebut, dan melakukan evakuasi terhadap para korban. Para korban sendiri baru bisa di evakuasi pada pukul 21.00 WITA” lanjut IPTU Mahyudin.
Para korban tiba di Pelabuhan Tilamuta pada pukul 12 malam dan langsung di bawa ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan.
“Senya korban saat ini sudah dilakukan pemeriksaan kesehatan di rumah sakit Tani dan Nelayan Boalemo, dan semuanya dalam kondisi sehat. Hanya saja ada satu orang dalam keadaan sakit dan memang yang bersangkutan sudah sakit sebelum kejadian ini terjadi” pungkas Wahyudin Thalib.
Reporter: Aman











