Scroll Untuk Lanjut Membaca
PEMKAB BONE BOLANGO

Bupati Bone Bolango Dorong Pengelola Wisata Harus Tanggap Bencana

×

Bupati Bone Bolango Dorong Pengelola Wisata Harus Tanggap Bencana

Sebarkan artikel ini
Wisata Tanggap Bencana
Bupati Bone Bolango, Hamim Pou saat membuka pelatihan dasar evakuasi bencana di Objek Wisata Botu Motoli'oluwo. Foto : Prokopim Bone Bolango.

Dulohupa.id – Bupati Bone Bolango Hamim Pou mendorong para pengelola objek wisata harus tanggap bencana alam agar aman dalam musibah.

Menurut Hamim, objek wisata alam memiliki tingkat resiko kecelakaan tinggi, sehingga para pegelola wisata harus memiliki bekal pengetahuan dan kemampuan untuk menanggulangi bencana.

“Seluruh wisata itu berkaitan dengan manusia, kita akan melayani manusia. Tidak bisa hanya jual Objek wisata tapi kenyamanannya kita abaikan. Saya harap pelatihan penanggulangan bencana dapat dilaksanakan secara rutin untuk semua Objek Wisata yang ada di Bone Bolango,” Tegas Hamim Pou saat membuka pelatihan dasar kepada pengelola Objek Wisata agar tanggap bencana, Senin (28/11/2022).

Pelatihan dasar bagi para pengelola wisata digelar Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Bone Bolango di lokasi wisata alam Botu Motoli’oluwo (Sungai Longalo).

Kegiatan tersebut diikuti oleh pengelola objek wisata Botu Motoli’oluwo yang tergabung dalam Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), yaitu berjumlah 15 orang ditambah 5 orang peserta dari Kecamatan Bolango Ulu. Pelatihan evakuasi bencana tersebut diberikan langsung oleh Tim Basarnas Provinsi Gorontalo yang bekerjasama dengan pihak pemerintah Kabupaten Bone Bolango.

“Kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan teman-teman pengelola dilapangan agar bisa membantu untuk sementara dan selanjutnya dapat melaporkan ke tim Basarnas jika ada bencana atau musibah yang terjadi,” Ungkap Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bone Bolango, Muh. Yamin Abbas.

Yamin menyampaikan bahwa diperlukan sebuah kemahiran dasar oleh para pengelola Objek Wisata untuk mengantisipasi kecelakaan yang terjadi.

“Kami juga berharap kedepan akan ada Memorandum of Understanding (MoU) dengan pihak Basarnas Provinsi Gorontalo. Sehingga sesuatu yang terjadi menjadi tanggungjawab bersama. Hal ini demi memberikan keselamatan dan kenyamanan kepada para wisatawan,” pungkasnya.

Reporter: Kris