Scroll Untuk Lanjut Membaca
HEADLINEPERISTIWA

Bayi Dibuang di Gorontalo jadi Rebutan Warga yang ingin Adopsi

×

Bayi Dibuang di Gorontalo jadi Rebutan Warga yang ingin Adopsi

Sebarkan artikel ini
Bayi Dibuang Gorontalo
Warga mendatangi Puskesmas Tilango melihat kondisi bayi yang dibuang di Desa Ilotidea, Kecamatan Tilango, Kabupaten Gorontalo. (Foto Enda/Dulohupa)

Dulohupa.id – Bayi perempuan yang ditemukan dalam kardus di Desa Ilotidea, Kecamatan Tilango, Kabupaten Gorontalo jadi rebutan warga yang ingin mengadopsi.

Dari pantauan Dulohupa, para warga berbondong-bondong mendatangi Puskesmas Tilango untuk melihat kondisi bayi yang diduga tega dibuang oleh orangtuanya.

“Warga yang datang ke Puskesmas, ada yang hanya melihat dan ada juga datang untuk mengadopsi,” ucap Sri Wahyuni, salah satu petugas Puskesmas Tilango.

Sri mengatakan, sejumlah warga telah menghubungi pihak Puskesmas untuk mengadopsi, salah satunya warga yang pertama kali menemukan bayi tersebut. Warga mengaku ingin sekali mengadopsi karena alasannya tak punya anak sudah bertahu-tahun.

“Kami tidak sembarang memberikan bayi ini karena ada prosedurnya. Dalam kasus begini kan biasanya langsung dari Dinas Sosial yang menangani. Kemungkinan orang yang ingin adopsi harus mengajukan permohonan ke dinas sosial,” jelas Sri.

Bayi dalam kardus
Kondisi bayi dalam kardus ditemukan warga di Desa Ilotidea, Kecamatan Tilango, Kabupaten Gorontalo.
Bayi Gorontalo
Seorang bayi berjenis kelamin perempuan saat dirawat di Puskesmas Tilango usai ditemukan di Desa Ilotidea, kabupaten Gorontalo. (Foto: Enda/DUlohupa)

Sebelumnya warga dihebohkan adanya penemuan bayi yang dibuang di perkebunan, dekat kawasan Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPBBE) Arba Mitra Usaha, Desa Ilotidea, kecamatan Tilango, Kabupaten Gorontalo, Rabu (24/8/2022).

Bayi pertama kali ditemukan oleh seorang warga yang hendak pergi di perkebunan tomat. Ia kemudian melaporkannya kepada kepala Desa Ilotidea.

Dari hasil pemeriksaan dokter di Puskesmas Tilango, bayi dalam kondisi sehat dan stabil. Sementara berat badan bayi 2,8 kilogram, dan panjang bayi 46 sentimer.

Pihak Puskemas Tilango memperkirakan bahwa bayi tersebut baru dilahirkan karena saat ditemukan masih ada tali pusarnya.

Enda/Dulohupa