Dulohupa.id – Anggota DPRD Kabupaten Gorontalo, Eman Mangopa menyoroti kegiatan Gorontalo Fashion Street di Limboto yang didukung Pemerintah Kabupaten Gorontalo selama dua hari mulai 29-30 Juli 2022.
Menurut Eman, setiap kegiatan yang dilakukan di masa sekarang harusnya lebih hati-hati, karena ini melibatkan publik. Jangan sampai dalam kegiatan ini akan lebih bertambah sorotan dari berbagai kalangan masyarakat.
“Kalau nanti kegiatannya mengarah kepada hal-hal negatif yang menimbulkan reaksi publik, ini tentu harus kita hindari,” ujar aleg dari fraksi PKS itu, Kamis (28/7/2022).
“Saya khawatir Fashion Street ini justru akan ada pihak lain yang akan menggabungkan diri secara tidak langsung, miisalnya LGBT. Nah kalau ini terjadi ini sangat kita sayangkan,” tambah Eman.
Sementara, terkait dengan LGBT itu sudah lama menjadi bahan perbincangan banyak kalangan yang peduli terhadap masa depan anak anak bangsa.
“Kalau panitia dan Pemerintah Daerah bisa menjamin itu maka silahkan. Tetapi kalau tidak ada jaminannya maka kami meminta untuk kegiatan ini dibubarkan,” terang Eman Mangopa.
Kata Eman, daerah Gorontalo memiliki slogan yang tentu harus dijaga bersama, yakni Adat bersendikan sarah, sarah bersendikan kitabullah, jangan sampai justru diabaikan.
“Saya meminta untuk kegiatan ini Pemerintah Daerah harus benar-benar mengontrolnya dan harus ada jaminan dari Pemerintah Daerah terhadap panitia nanti,” Tegasnya.
Sementara, Sofyan Ishak selaku penyelenggara kegiatan menyampaikan bahwa, kegiatan ini melibatkan beberapa komunitas yang ada di Gorontalo, dan telah mendiskusikan konsep kegiatannya.
“Kita buat acara ini di Gorontalo dengan syarat konsepnya berbeda dengan konsep Citayam Week yang tempatnya LGBT berkumpul,” ungkap Sofyan saat dikonfirmasi melalui via telepon.
Lebih lanjut Sofyan menerangkan bahwa, dirinya yakin bahwa kegitan ini tidak akan menjadi wahana mereka LGBT berkumpul. Ia mengatakan, Gorontalo Fashion Street difokuskan pada minat bakat anak muda pada bidang Fashion.
“Kan kita tidak tahu ada anak muda yang punya karya di bidang fashion. Nah, mereka bisa datang untuk menunjukan kemampuan mereka dengan beberapa rancangan desainer fashion,” kata Sofyan
Dirinya juga mengakui pada awalnya saat mengeluarkan player fashion street ini menjadi perbincangan. Sehingga lahirlah yang namanya pro dan kontra.
“Kita juga pengen lihat respon masyarakat. Pro kontra hadir di masyarakat. Itu wajar. Itu adalah bagian dari koreksi ke kita. Sehingga kita rubah idenya menjadi penampilannya muslim style,” jelas Sofyan.
Reporter: Herman Abdullah











