Scroll Untuk Lanjut Membaca
PEMKAB POHUWATOPOHUWATO

13 Sekolah di Kabupaten Pohuwato Ikuti Program IHT Sekolah Penggerak

×

13 Sekolah di Kabupaten Pohuwato Ikuti Program IHT Sekolah Penggerak

Sebarkan artikel ini
Pembukaan In House Traning Program Sekolah Penggerak yang diikuti 13 sekolah pilihan yang ada di Kabupaten Pohuwato/Hendrik Gani

Dulohupa.id – 13 sekolah di Kabupaten Pohuwato dipilih oleh Kementrian Pendidikan untuk mengikuti program merdeka belajar In House Training (IHT) Program Sekolah Penggerak (PSP). Program tersebut bertujuan untuk merubah mindset sekolah dan stakeholder bergerak maju, dinamis mengikuti arah perkembangan pendidikan.

“Kegiatan PSP ini dipandu dari program-program pendidikan dari Kementerian dan dari kami Dinas Pendidikan Pohuwato,”ujar Selvis G. Umar selaku Badan Project Management Operasional (BPMO) dan penanggung jawab kegiatan, saat ditemui di hotel Golden Sri, Marisa, Senin (27/6/2022).

Selvis Umar juga menjelaskan 13 sekolah yang dipilih Kementerian Pendidikan menjadi penggerak merdeka belajar di tahun 2022 ini terdiri dari, Taman Kanak-kanak (TK) sebanyak 4 sekolah, Sekolah Dasar (SD) 6, dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) 3. Sekolah yang terpilih ini diharapkan juga menjadi pionir untuk memajukan pendidikan yang ada di Kabupaten Pohuwato.

“Teman-teman kepala sekolah PSP ini kita berharap menjadi pionir, menjadi perintis majunya pendidikan yang ada di Kabupaten Pohuwato,”sambungnya.

Tak bisa dipungkiri disampaikan Selvis suatu saat nanti dalam berkegiatan sekolah-sekolah akan semakin banyak tantangan. Utamanya para kepala sekolah dan seluruh stakeholder yang ada di sekolah penggerak.

“Tentunya dalam kegiatan kedepan ini pasti ada beberapa tantangan-tantangan yang akan dihadapi oleh bapak ibu kepala sekolah dan seluruh stakeholder. Kami berharap ini kita dapat carikan solusi dan kita bisa bicarakan bersama,”imbuhnya.

Peserta yang ikut dalam program Kementrian Pendidikan sebagai sekolah penggerak merdeka belajar tahun 2022 itu  sendiri jumlah keseluruhan 47, terdiri dari 13 kepala sekolah, ditambah dengan 3 orang dari masing-masing sekolah yang terpilih, dan 8 orang pengawas bina. (Adv)

Reporter: Hendrik Gani