Scroll Untuk Lanjut Membaca
DPRD Kota GorontaloKOTA GORONTALO

Gas Elpiji Ukuran 3 Kg di Kota Gorontalo Dilaporkan Langka

×

Gas Elpiji Ukuran 3 Kg di Kota Gorontalo Dilaporkan Langka

Sebarkan artikel ini
Pekerja menata tabung gas elpiji 3kg di Jakarta, Jumat (6/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Pekerja menata tabung gas elpiji 3kg/ F. Ilustrasi

Dulohupa.id – Belum selesai masalah kelangkaan minyak goreng. Kini, jelang bulan Ramadan gas elpiji ukuran 3 Kg di Kota Gorontalo dilaporkan mengalami kelangkaan.

Mak Ade, warga Molosipat U, Kota Gorontalo mengaku selama dua pekan terakhir mulai merasakan kelangkaan gas elpiji ukuran 3 Kg. Terlebih kata Mak Ade, yang juga merupakan agen penjualan gas, mengatakan, saat ini ia sulit memenuhi permintaan dari para pelanggannya.

“Jujur pak, ini saja masyarakat yang di kompeks ini (tetangga) sudah berebutan. Kalau dulu pak, jangankan tetangga, itu ada juga konsumen yang datang dari jauh masih bisa kebagian, kalau sekarang sudah sulit,”ungkapnya.

Sementara itu, Alwi Podungge, Ketua DPRD Kota Gorontalo saat dimintai tanggapan terkait kelangkaan gas elpiji jelang bulan Ramadan mengatakan, kelangkaan gas terjadi akibat akibat kondisi kelangkaan beberapa bahan pokok sehingga berimbas pada kelangkaan gas elpiji bersubsidi.

“Opini yang lahir ditengah masyarakat tentang kelangkaan bahan pokok inilah yang berdampak pada barang lain, salah satunya gas elpiji 3 Kg yang termasuk kebutuhan primer. Inilah yang menyebabkan meningkatnya jumlah konsumsi pada masyarakat,” ungkap Alwi kepada Dulohupa.id.

Lebih lanjut Alwi menuturkan, jika masyarakat membeli sesuai jadwal dan lokasi pangkalan maka kelangkaan tidak akan terjadi.

“Awalnya saya pun berfikir memang ada kelangkaan, termasuk di wilayah saya. Namun ternyata jika kita membelinya sesuai jadwal dan lokasi masing-masing maka stok itu ada,”ujarnya.

Aleg fraksi PAN itu juga menghimbau kepada masyarakat yang mampu untuk bisa beralih atau membeli gas elpiji non subsidi, dengan begitu menurutnya dapat sedikit membantu mengurangi jumlah konsumen gas elpiji bersubsidi.

“Kami himbau juga kepada masyarakat menengah keatas untuk bisa beralih ke gas elpiji non subsidi, agar ketersediaangas bersubsidi  terjaga,” tuturnya.

Namun meskipun demikian, Alwi mengaku akan segera melakukan rapat internal Komisi B DPRD Kota Gorontalo untuk mengkaji lebih dalam terkait kelangkaan gas elpiji 3 Kg yang terjadi di masyarakat dalam beberapa pekan terakhir sesuai aduan masyarakat.

Reporter: Reinaldi Julfirman