Scroll Untuk Lanjut Membaca
PEMKAB POHUWATOPERISTIWA

Pemkab Bolmut Tiru Strategi Pohuwato Turunkan Angka Stunting

×

Pemkab Bolmut Tiru Strategi Pohuwato Turunkan Angka Stunting

Sebarkan artikel ini
This article was published in thejakartapost.com with the title "Stunting in Indonesia: Winning the battle but losing the war?". Click to read: https://www.thejakartapost.com/academia/2020/09/18/stunting-in-indonesia-winning-the-battle-but-losing-the-war.html. Download The Jakarta Post app for easier and faster news access: Android: http://bit.ly/tjp-android iOS: http://bit.ly/tjp-ios
This article was published in thejakartapost.com with the title "Stunting in Indonesia: Winning the battle but losing the war?". Click to read: https://www.thejakartapost.com/academia/2020/09/18/stunting-in-indonesia-winning-the-battle-but-losing-the-war.html. Download The Jakarta Post app for easier and faster news access: Android: http://bit.ly/tjp-android iOS: http://bit.ly/tjp-ios

Dulohupa.id- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) meniru strategi Pemerintah Kabupaten Pohuwato dalam menyelesaikan masalah stunting. Hal itu terungkap dalam kunjungan pejabat Dinas Kesehatan dan Baperlitbang Bolmut  ke Pohuwato pada beberapa waktu yang lalu. 

Irfan Saleh, Kepala Baperlitbang yang menerima kunjungan studi tiru tersebut menyampaikan, kedatangan Pemkab Bolmut memang bertujuan untuk berbagi permasalahan stunting di daerahnya, dan mendiskusikan bagaimana Pemkab Pohuwato menerapkan Gerakan Kolaborasi Mengentaskan dan Mencegah Anak Stunting (Gerbos Emas).

“Kami putarkan vidio singkat terkait keberhasilan atau konsep-konsep yang kita implementasikan di lapangan, mereka mengapresiasi konsep dengan melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, juga program yang langsung menyentuh keluarga utamanya yang mengalami stunting,” ungkapnya.

Irfan menjelaskan, bahwa konsep Gerbos Emas Pohuwato, menginspirasi Pemkab Bolmut. Rencananya, konsep itu akan diterapkan dengan menyesuaikan kondisi di daerahnya. 

Sementara itu, Fasilitator Pencegahan Stunting Pohuwato, Rozlan Tawaa menjelaskan, bahwa kedatangan Pemkab Bolmut sendiri berdasarkan rekomendasi fasilitator Bina Pembangunan Daerah (Bina Bangda) Kemendagri.

“Kita secara Nasional diakui untuk inovasi kita. Kita punya banyak inovasi di antaranya Rumah Tangga Pelopor Pencegahan Stunting (RTP2S) yang menjadi andalan, Sistem Evaluasi Monitoring Stunting (Siemons), kemudian Gerbos Emas yang menjadi salah satu motor penggerak pencegahan stunting di Kabupaten Pohuwato,” ungkapnya.

Dari sejumlah inovasi tersebut, hasil yang dilaporkan ke Kementerian Kesehatan melalui Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM), Kabupaten Pohuwato Setiap tahunnya memperoleh capaian yang bagus.

“Dari tahun 2019 itu di angka 7,43, kemudian di 2020 (di angka) 5,52, dan di 2021 itu hasil penimbangan terakhir 4,83, di mana untuk penimbangan itu ada standarisasi yang sesuai arahan Bina Bangda yaitu cakupan 90 persen, dan Alhamdulillah kita di Pohuwato hampir 100 persen artinya di atas 90,” tandasnya.

**