Dulohupa.id- Ketua Komisi I DPRD Pohuwato, Amran Anjulangi, memperingatkan pihak sekolah memperketat pengawasan terhadap pelaksanaan vaksinasi kepada siswa.
Hal itu kata dia, untuk mencegah adanya potensi salah skrining dari pihak vaksinator. Sebab menurutnya, meski ada serangkaian tes yang nantinya dilakukan untuk menguji siswa layak divaksin atau tidak, namun tetap saja guru di sekolah mengawasi hal itu.
“Ini vaksinator tahu persis mana yang tidak bisa divaksin dan bisa divaksin, namun perlu pengawasan juga,” tegasnya.
Ia pun mengaku, selalu turun ke lapangan untuk memantau pelaksanaan vaksinasi di sekolah. Pesan yang selalu ia sampaikan kepada para guru di sekolah adalah memperketat pengawasan itu.
“Data dari dinas Kominfo untuk Pohuwato per tanggal 18 September kemarin capaian vaksinasi untuk usia 12 tahun hingga 17 tahun mencapai 893 jiwa. Jumlah itu terus diperkirakan akan bertambah seiring berjalannya program serbuan vaksinasi di sejumlah tempat,” jelas Amran.
Ia juga menuturkan, bahwa secara pribadi dan kelembagaan, ia mendukung penuh berjalannya program vaksinasi tersebut. Apalagi vaksinasi untuk anak 12 tahun merupakan syarat pembelajaran tatap muka pada kondisi pandemi covid-19.
“Saya mendukung program vaksinasi ini,” imbuhnya.
Amran juga berharap, para nakes dan vaksinator dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan bekerja dengan secara maksimal, terutama mengampanyekan penerapan protokol kesehatan.
Reporter: Zulkifli Mangkau











