Scroll Untuk Lanjut Membaca
PERISTIWA

Kapus Bone Bantah Isu Penelantaran Pasien oleh Nakesnya

×

Kapus Bone Bantah Isu Penelantaran Pasien oleh Nakesnya

Sebarkan artikel ini
Salah satu nakes yang bertugas untuk tracking pasien COVID-19. FOTO/Wawan Akuba

Dulohupa.id-Kepala Puskesmas (Kapus) Bone, Awaludin Rahim membantah tuduhan penelantaran pasien yang dilakukan oleh tenaga kesehatan (nakes) di puskesmas tersebut. 

Secara tegas ia mengungkapkan apa yang terjadi saat itu. Awalnya kata dia, pihak puskesmas menerima pasien balita (anak di bawah lima tahun) yang mengalami insiden kecelakaan. Sebagai tindakan awal, pihaknya pun melakukan sejumlah pengecekan. 

Balita yang dalam keadaan luka itupun, diberi penanganan awal dengan membersihkan luka dan menjahitnya. 

“Keluarga pasien memang panik anak ini menangis meronta-ronta, secara otomatis tuduhan mereka tidak dilakukan tindakan dengan baik, tetap kita melakukan tindakan bukan menelantarkan,” jelas Awaludin Selasa malam (8/6).

Namun kata Awaludin, belum selesai seluruh prosedur yang dilakukan oleh petugasnya, keluarga korban malam memaksa pihaknya untuk melakukan rujukan. Padahal, saat itu nakes di puskesmas tersebut sedang melakukan sejumlah tindakan terbaik.

“Tetap tuntutan keluarga meminta rujukan, walaupun meminta rujukan sistemnya harus ada instruksi dari dokter. Sedangkan (pasien) yang masuk dalam kondisi keadaan normal,” kata Awaludin.

Tak tinggal diam, salah satu nakes bahkan katanya harus menenangkan keluarga pasien. Juga, melakukan edukasi terkait bagaimana penanganan awal terhadap pasien. Tetapi bukannya sadar, pasien korban justru makin memaksa untuk tetap melakukan rujukan ke rumah sakit.

“Mungkin mereka khawatir walaupun sudah di lakukan edukasi, sedangkan perawat sudah menjelaskan pasien kita observasi dulu, tetap mereka (keluarga korban) tidak senang mereka bawa sendiri,” katanya. 

Awaludin pun mengungkapkan, bahwa tiba di rumah sakit pun, tindakan awal dokter adalah melakukan observasi atau pengamatan kondisi pasien. Dan tindakan itu juga yang sebetulnya dilakukan oleh nakesnya di puskesmas. 

“Setelah di Rumah Sakit hanya di observasi pula, sudah satu sampai dua jam mereka kembali berarti berarti penangan di puskesmas, sedangkan rumah sakit tidak melakukan tindakan,” tutup Awaludin.

Sebelumnya, dalam sebuah postingan di media sosial, seorang warga Gorontalo mengeluhkan pelayanan nakes di Puskesmas Bone,. Hal itu karena, pihak nakes bahkan puskesmas, dianggap membiarkan pasien dalam kondisi kesakitan, dan menolak memberikan rujukan.

Reporter: Yusuf Konoli