Scroll Untuk Lanjut Membaca
PERISTIWA

Dinkes Bonbol Turun Tangan, Selidiki Oknum Nakes yang Telantarkan Pasien

×

Dinkes Bonbol Turun Tangan, Selidiki Oknum Nakes yang Telantarkan Pasien

Sebarkan artikel ini

Dulohupa.id- Dinas Kesehatan (Dinkes) Bone Bolango, menelusuri dugaan penelantaran pasien yang dilakukan oleh oknum nakes di Puskesmas Bone. Masalah ini mencuat, setelah salah satu keluarga pasien mencurahkan isi hatinya di media sosial facebook. 

Saat dicek oleh dulohupa.id, memang benar curhatan keluarga pasien itu ditulis oleh akun facebook bernama Miifthahul Iksan Iskandar, pada Senin (7/6).

Dalam postingan tersebut, Miifthahul mengeluhkan nakes yang tidak profesional menangani pasien, terlebih pasien yang berusia balita (bawah lima tahun) yang merupakan keluarganya. Tuduhan itu bukan tidak berdasar, sebab menurut akun tersebut, pelayanan yang diberikan nakes tersebut kurang baik.

Tindakan yang lebih membuat ia geram adalah, saat oknum nakes itu menolak untuk memberikan surat rujukan ke rumah sakit. Alasan nakes tersebut kata Miifthahul, “mo rujuk harus ada alasan yang tepat. Harus pusing (dan) harus patah-patah. Sedangkan pasien sudah mengalami rasa kesakitan perut, dengan nda bole (tidak bisa) makan. Baru masa anak empat tahun moba suara sandiri (sakit),” ungkap akun tersebut, kesal. 

Melihat kondisi keluarganya yang mulai gawat, ia pun memaksa membawa balita itu ke rumah sakit, tanpa surat rujukan Puskesmas Bone, Bone Bolango.  

Walaupun begitu, ia masih saja mendapatkan cemoohan dari oknum nakes tersebut. “Kalau suka rujuk, rujuk sandiri, pake oto sandiri,” tulis akun itu menirukan ucapan oknum nakes tersebut. 

Saat dihubungi, pemilik akun tersebut membenarkan kejadian itu. Katanya, ia terpaksa memindahkan keluarganya yang berusia empat tahun itu, ke rumah sakit karena butuh penanganan serius. 

“Ternyata luka ada di beberapa bagian kepala, sedangkan PKM Bone hanya memeriksa hanya bagian depan saja, melainkan luka bagian dekat telinga tidak diperiksa,” ungkap Miifthahul. 

Atas insiden tersebut, Kepala Dinas Kabupaten Bone Bolango, Meyrin Kadir saat dihubungi Dulohupa.id mengungkapkan, “Tim kami masih menelusuri  perihal keluhan ini, (nantinya) menunggu hasil tim yang turun,” tutup Meyrin, singkat. 

Reporter: Yusuf Konoli