Dulohupa.id- Seorang mahasiswi Universitas Negeri Gorontalo (UNG) dalam sesi virtual meeting bersama rektor, Eduart Wolok, mengeluhkan sikap dosen yang ia sebut ‘tidak tahu diri’. Bukan tanpa alasan, ia berani mengungkapkan itu, lantaran dosen tersebut menurutnya suka mengabaikan jadwal perkuliahan yang sudah disepakati.
“(ada) Dosen tidak tau diri masuknya. Seperti dosen kita tunggu-tunggu misalnya pada pukul 10.00, kita tunggu link zoomnya tidak ada, sementara kita juga punya aktivitas lain,” ujarnya di hadapan Rektor UNG saat live, Rabu (21/4).
Mahasiswi yang belakangan diketahui bernama Rahmawati Podungge itu mengungkapkan, bahwa sikap dosen yang tak disiplin seperti itu, sama sekali tidak menggambarkan profesionalitas pendidik di lingkungan kampus.
Rahmawati juga menambahkan, selain kurang memaksimalkan jadwal perkuliahan, dalam video tersebut dirinya menyebutkan “Kendala jaringan, soal pemberian materi, pemberian tugas-tugas terlalu banyak,” tambahnya.
Ia pun juga ikut mengeluhkan sikap dosen yang kerap memaksa mahasiswa membeli buku, tapi setelah buku tersebut dibeli, tak ada materi pendukung. Justru, membeli buku dijadikan dalih untuk dosen tak memberi materi.
“Jarang masuk, (di perintahkan) membeli buku tapi lama bagikan, serta sudah ada buku tetap jarang masuk di zoom meeting,” terang Rahmawati
Paling parah kata dia, ada dosen yang hanya memberikan tugas dua kali, tiba-tiba sudah masuk Ujian Tengah Semester (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS), dengan dua pilihan, “pilihan pertama satu-satu ujian di rumahnya secara lisan, dan (atau) kedua kumpul uang bukber,”tutur Rahmawati
Mahasiswa pun jika dihadapkan dengan kondisi semacam itu, sulit menentukan pilihan. Karena keduanya kata dia tidak sesuai dengan yang seharusnya dilakukan dosen.
“Ketika memilih ujian kami tidak ada persiapan, dan apabila kumpul uang bukber juga berat dari teman-teman,” tutup Rahmawati yang merupakan mahasiswa Fakultas Ekonomi tersebut.
Reporter: Yusuf Konoli











