Dulohupa
Portal Berita Online Gorontalo

40 Pipa PDAM Bone Bolango Hanyut Dihantam Arus Banjir, Pelayanan Air Bersih Terganggu

Dulohupa.id – Banjir yang diakibatkan luapan air Sungai Bone ternyata tidak hanya merendam ribuan rumah di Kabupaten Bone Bolango dan Kota Gorontalo, Tetapi ikut merusak fasilitas umum yang ada di kabupaten Bone Bolango, Salah satunnya pipa distribusi air bersih milik PDAM Bone Bolango.

Direktur Perumda Tirta Bolango, Yusar Laya, saat di konfirmasi terkait hal tersebut, membenarkan bahwa ada sekitar 40 pipa milik PDAM hanyut saat banjir kemarin (29/7/2020).

“Iya, pipa distribusi 150 mm milik PDAM Bone Bolango yang ada di Desa Alale, itu setelah kami hitung ada sekitar 40 ujung, hanyut terbawa arus banjir kemarin. Sehingganya, beberapa wilayah yang kami layani khususnya untuk air bersih, itu mati total”, jelas Yusar.

pipa-pdam-bone bolango-dulohupa.id-
Pipa PDAM Bone Bolango yang rusak akibat dihantam arus banjir dari sungai Bone. (Foto: Istimewa)

Yusar juga menambahkan, bahwa untuk pekerjaan perbaikan pipa tersebut, diupayakan secepatnya dikerjakan.

“Mudah-mudahan air sungai akan segera surut, sehingga kami akan segera lakukan perbaikan. Bahkan kami jadwalkan, setelah salat Idul Adha, tim kami akan ke lokasi, dan akan menyelesaikan pekerjaan tersebut”, tambah Yusar.

Yusar Laya berharap, saat pekerjaan nanti, tidak ada hambatan agar pendistribusian air bersih ke pelanggan segera normal kembali.

Namun untuk saat ini, bagi pelanggan air Perumda Tirta Bolango yang membutuhkan air bersih, masih akan dilayani menggunakan mobil tangki.

“Ada tiga armada mobil tangki yang kami siapkan untuk membantu masyarakat terdampak banjir di wilayah Suwawa dan sekitarnya. Pelanggan bisa menghubungi call center 0813-5586-8585, untuk bisa mendapatkan layanan air bersih secara gratis”, kata Yusar.

Intensitas curah hujan yang tinggi beberapa waktu yang lalu, mengakibatkan banjir di wilayah Bone Bolango. Ada kurang lebih dua ribu kepala keluarga yang terbagi di enam kecamatan dan tiga puluh desa terdampak banjir. (FB-2020).