Dulohupa.id – Sebanyak 30 orang siswa dari 3 kelas di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 7 Bulango Utara, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo terpaksa harus menjalani proses pembelajaran di sejumlah bangunan sementara yang sempit dan pengab pasca terbakarnya 3 gedung kelas pada bulan Mei tahun 2022 silam.
Pasca kebakaran itu, proses pembelajaran kemudian terpaksa mengunsi di ruang yang tidak layak dan tidak memenuhi syarat.
Sebanyak 12 siswa kelas 1 dipindahkan ke perpustakaan, 9 siswa kelas 2 di perumahan Kepala Sekolah, dan 9 siswa untuk kelas 3 di perumahan guru.
“Kondisinya sangat tidak layak, yahh baru mau bagaimana lagi, kasihan anak-anak. Kadang kalau musim hujan atau tidak ada listrik, pembelajaran akan pindah ke ruang guru karena di ruangan itu paling gelap. Dibelakangnya ada gudang bekas dapur dan tidak ada jendela, sehingga di ruangan itu sangat pengab. Itu memang tidak memenuhi syarat, cuman mau bagaimana lagi,” Tutur Wakil Kepala Sekolah SDN 7 Bulango Utara, Samsiar Papeo, Senin (09/10/2023).

Kondisi gedung sementara yang benar-benar memprihatinkan sangat mempengaruhi proses pembelajaran yang diterima oleh anak-anak didik. Samsiar mengungkapkan siswa kerap kali mengeluh kepanasan akibat ruangan yang sempit dan tidak ada sirkulasi udara.
“Apalagi kalau tidak ada listrik, anak-anak itu teriak minta untuk belajar diluar gedung,” Ujar Samsiar.
Pihak sekolah menyebut akan ada perbaikan gedung kelas dari pemerintah setempat, namun hingga saat ini kondisi gedung masih dipenuhi puing-puing sisa kebakaran.
“Pasca terbakar sempat ada yang datang survey, katanya tunggu saja. Tapi sampai saat ini belum ada realisasi, terakhir dikabarkan memang akan mulai ada perbaikan, namun hanya 1 gedung kelas saja yang akan di perbaiki,” Ujar Samsiar Papeo.
Reporter: Kris











