Scroll Untuk Lanjut Membaca
AdvertorialKAB. GORONTALOPEMKAB GORONTALO

18 Kecamatan di Kabupaten Gorontalo bakal Ikut Pelatihan KPM

×

18 Kecamatan di Kabupaten Gorontalo bakal Ikut Pelatihan KPM

Sebarkan artikel ini
Pelatihan KPM
Penutupan pelatihan KPM Se Kabupaten Gorontalo, di City Mall Gorontalo, foto/Herman Abdullah

Dulohupa.id – Sebanyak 18 Kecamatan yang ada di Kabupaten Gorontalo seluruhnya bakal mengikuti pelatihan Kader Pembanguan Manusia (KPM). Sebelumnya, sudah ada enam kecamatan yang telah mengikuti pelatihan KPM dan masuk dalam gelombang I.

Muhlis Panai, selaku Koordinator atau yang dikenal dengan Pendamping Desa mengutarakan, kegiatan pelatihan terhadap peningkatan kapasitas terhadap KPM akan dilaksanakan pergelombang. Sebab, diketahui Kabupaten Gorontalo itu terdapat 191 Desa.

“Dari kegiatan ini ada sekitar delapan desa yang tidak mengikutsertakan kader pembangunannya. Total peserta di gelombang pertama ada 80 dari enam kecamatan. Yakni Kecamatan Tolangohula, Asparaga, Bilato, Mootilango, Boliyohuto dan Telaga,” ungkap Muhlis Panai, Senin (30/10/2023).

Kegiatan pelatihan peningkatan kapasitas terhadap KPM ini kata Muhlis Panai, memang menjadi prioritas Kementerian Desa (Kemendes). Sebab, mereka KPM ini merupakan ujung tombak dalam pelaporan dari stunting yang ada di setiap desa, tugas dan fungsinya pun berbeda dengan kader lainnya yang ada di desa.

“Meraka memang dikhususkan untuk penanganan stunting. Pelaporan ke Kementrian Desa, Kementerian Keuangan dan Kementerian Dalam Negeri itu melaui Kader Pembangunan Desa, itu melaui aplikasi yang sudah disediakan,” kata Muhlis Panai.

Lebih lanjut kata Muhlis Panai, kegiatan pelatihan peningkatanm kapasitas KPM yang secara langsung atau bertatap muka seperti ini baru kali pertama dilakukan di Kabupaten Gorontalo dan itu dilaksanakan di City Mall Gorontalo, Kota Gorontalo. Kegiatan tersebut pula bersumber dari dana desa (DD).

“Memang sebelumnya sudah pernah dilakukan yang itu penyelenggaranya dari kementerian langsung. Itu hanya secara online. Maka mungkin belum terlalu optimal. Sehingga kami berharap ini bias dilakukan secara tatap muka,” ujar Muhlis Panai.

Kepada peserta pelatihan kata Muhlis Panai, mereka dibekali dengan fasilitas Handpone yang itu disediakan oleh pihak Pemerintah Desa yang mengutusnya. Namun, tidak menutup kemungkinan keperluan fasilitas berupa laptop juga perlu diadakan.

“Handphone yang meraka pakai itu bagian fasilitas yang diadakan dari dana desa. Kami berharap kedepan pengadaan laptop juga. Sebab, aplikasinya itu berkenaan dengan laptop,” ucap Muhlis Panai.

Sementara, Hermanto F Asona Sekretaris Dinas Pemberdayaan dan Masyarakat Desa dalam pidato penutupan kegiatan pelatihan itu menyampaikan, tugas dari kader KPM itu selain mengintervensi juga mengawasi stunting di setiap desa.

“Harapannya, setelah ikut pelatihan KPM ini, kader bisa lebih meningkatkan kapasitas dan dapat mengimplementasikan kepada masyarakat desa. Konvergensi stunting, pendekatan penyampaian yang terkoordinir untuk kepentingan masyarakat yang itu mengawasi dan melakukan intervensi,” tandas Hermanto F Asona.

Reporter: Herman Abdullah