17 Ribu Anggota DPRD se Indonesia Timur akan Gelar Aksi Besar-besaran

oleh -402 Dilihat
DPRD Indonesia Timur
Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo, Syam T Ase. (Dok: Dulohupa)

Dulohupa.id – Sebanyak 17 Ribu Anggota DPRD yang ada dibeberapa daerah-daerah se Indonesia Timur akan melakukan aksi besar-besaran di Pusat.

Hal tersebut diungkapkan Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo, Syam T Ase yang dalam komposisinya sebagai Wakil Sekretaris Jendral (Sekjen) Koordinator wilayah Indonesia Timur.

“Saat ini kita masih pada posisi konsolidasi menghubungi ketua-ketua DPRD di daerah. Pastinya, untuk Gorontalo berangkat,” kata Syam T Ase, Selasa (24/1/2023).

Adapun yang nanti akan menjadi poin tuntutan mereka ialah berkaitan dengan aturan yang keluarkan oleh Kementerian Keuangan yakni PMK 212 tentang Indikator tingkat kinerja daerah dan ketentuan bagian Dana Alokasi Umum (Dau).

Menurut Syam aturan tersebut keluar setelah APBD disahkan yang sudah memalui berbagai macam proses. Bahkan sudah disetujui oleh Gubernur.

“Aturan ini terkesan mempersulit daerah. Aturan PMK 212 ini membuat daerah kalang kabut. Itu keluar nanti setelah APBD sudah di sahkan. Nah, kalau dilihat dari struktur APBD, kita agak kerepotan menyesuaikan dengan itu,” jelas Syam T Ase.

Terlebih lagi kata Syam T Ase, terkait dengan kapasitas DPDR yang bukan pejabat Negara. Sehingga hal demikian dianggap penting untuk di pressure kepada Pemerintah Pusat.

“Dengan adanya aturan ini justru tidak mencerminkan keadilan bagi DPRD se Indonesia. Karena sampai hari ini kita tidak tahu masuk dalam kategori mana. Pejabat Negara tidak,” ucap Syam T Ase.

Paling terpenting sambung Syam, apa yang dilakukan ini mereka ingin memperjuangkan nasib DPRD se Indonesia dan yang didalamnya termasuk kepentingan daerah.

“Kita berharap Pemerintah Pusat memberikan ruang lebih besar terhadap daerah untuk menentukan kebijakan. Sampai hari ini yang terjadi dengan adanya Perpres nomor 33 tidak pernah dicabut oleh Kementerian Keuangan yang itu selalu dijanjikan,” tandas Syam.

Reporter: Herman Abdullah