Scroll Untuk Lanjut Membaca
HEADLINEKOTA GORONTALOPERISTIWA

Yayasan Al-Azhar Gorontalo Tunggak Bayar BPJS Ketenagakerjaan

695
×

Yayasan Al-Azhar Gorontalo Tunggak Bayar BPJS Ketenagakerjaan

Sebarkan artikel ini
Yayasan Al-Azhar di Gorontalo
Sejumlah masa aksi saat meminta pihak yayasan melunasi tunggakan BPJS Ketenagakerjaan. Foto: Kris/Dulohupa

Dulohupa.id – Seakan tak ada habisnya, polemik yang terjadi di Yayasan Winarni Rahmat Ririn Al-Azhar 43 Gorontalo terus menjadi sorotan publik.

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Provinsi Gorontalo menjadi salah satu organisasi serikat buruh yang terus menyoroti persoalan tersebut.

Selain polemik terkait pemotongan gaji dan PHK secara sepihak yang dilakukan yayasan, LBH FSPMI juga menyoroti persoalan adanya tunggakan pembayaran BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan untuk pegawai.

“Dinas Ketenagakerjaan Provinsi mengatakan bahwa yayasan ini menunggak 1 tahun lebih pembayaran BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan. Setelah kita koordinasi dengan BPJS, datanya menunjukkan ada kurang lebih 50 jutaan yang belum terbayarkan dan itu tentu akan berpotensi pidana,” UngkapD irektur LBH FSPMI, Meyske Abdullah.

Hingga saat ini, LBH FSPMI Provinsi Gorontalo tengah melakukan pengecekan dan mendalami kembali terkait masalah tersebut.

Ia juga mengatakan bahwa pihak dinas Ketenagakerjaan Provinsi Gorontalo telah membwrikan peringatkan kepada pihak yayasan dan sudah termasuk dalam kategori teguran keras.

“Itu bisa berujung pada pencabutan izin, sebagaimana tahapan yang ada dalam pengawasan Ketenagakerjaan. Bahkan untuk BPJS kesehatan, hari ini ada yang mengeluh dan ada pegawai yang mau lahiran tapi BPJS kesehatan nya belum dibayarkan. Jadi kita juga kasihan jangan sampai brandnya dicabut dari Gorontalo seperti yang terjadi di Tangerang dan kami ingin yayasan ini tetap ada di Gorontalo,” ujar Meyske.

Baca Juga: Ketua Yayasan Al-Azhar Klarifikasi soal Pemotongan Gaji Guru

Baca Juga: Polemik Yayasan Al-Azhar, Marten: Kami akan Turun Tangan

Disisi lain, ketua yayasan Al-Azhar Gorontalo, Taufik Akbar membantah terkait tidak dibayarkannya BPJS kesehatan.

Ia menegaskan bahwa hingga saat ini untuk BPJS kesehatan telah dibayarkan oleh pihak yayasan. Namun dirinya membenarkan bahwa BPJS Ketenagakerjaan hingga saat ini masih mengalami tunggakan selama kurang lebih 1 tahun.

“Kalau BPJS kesehatan sampai hari ini saya cek itu sudah terbayarkan dan tidak ada masalah. Dari 39 orang pegawai yang ada, sebanyak 18 orang itu sudah mencairkan jaminan hari tua nya saat covid 19,” Ujar Taufik.

“Kalau untuk tunggakan BPJS Ketenagakerjaan sampai saat ini sekitar 40 jutaan. Sementara saya secara legal menjabat sejak bulan Agustus, jadi tunggakan ini sudah ada sebelum saya menjabat sebagai ketua yayasan yakni sejak bulan juli 2022,” Tegas Taufik Akbar.

Reporter: Kris