Dulohupa.id – Yayasan Al-Azhar Winarni Rahmat Ririn KB-TKSD Islam Al-Azhar 43 Gorontalo bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Gorontalo kolaborasi untuk membantu korban banjir di Desa Tabumela, Kecamatan Tilango, Kabupaten Gorontalo, Sabtu (13/7/2024) malam.
Pihak Yayasan dan sejumlah petugas PMI mendatangi sejumlah posko pengungsian untuk menyalurkan makanan siap saji, serta memeriksa kesehatan para pengungsi.
Selain puluhan bungkus makanan siap saji, berbagai jenis minuman juga turut di salurkan ke posko pengungsian, maupun kepada beberapa kepala keluarga yang mengungsi di rumah warga yang tidak terkena banjir.
Ketua Yayasan Alzhar Gorontalo, Taufik Akbar mengatakan, bantuan ala kadarnya ini diharapkan bisa meringankan bagi warga yang terdampak banjir.
“Maaf, hanya sedikit makanan dan minuman yang bisa disalurkan. Saya turut prihatin atas musibah ini. Saya harap warga yang terdampak bisa sabar dan semoga musibah ini cepat berlalu,” ucap Taufik.
Bantuan sosial ini merupakan langkah kepedulian dari Yayasan Al Azhar Gorontalo karena melihat kondisi Gorontalo yang terkena bencana. Namun Taufik mengajak warga tetap semangat dan bisa bangkit pasca musibah tersebut.
“Semoga bantuan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat yang mengungsi,” imbuh Taufik.

Sementara kepala Markas PMI Provinsi Gorontalo, Yahya Djafar Ibrahim menambahkan, relawan PMI memberikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi para penyintas banjir.
Yahya mengatakan pemeriksaan kesehatan dilakukan seperti dengan menanyakan keluhan, memeriksa tensi darah, dan kondisi para penyintas banjir.
“Terutama warga Lansia juga turut diperiksa. Saya berharap warga bisa menjaga kesehatannya di tengah banjir seperti ini,’ ujar Yahya.
Relawan PMI Provinsi Gorontalo sejak sepekan terakhir telah disiagakan di posko tanah longsor di Kabupaten Bone Bolango, serta di sejumlah titik posko banjir di Gorontalo.
“Saya juga berterima kasih kepada pihak Yayasan Al Azhar Gorontalo turut bekerjasama membantu warga yang terdampak bencana,” tutur Kepala Markas PMI Provinsi Gorontalo, Yahya Djafar Ibrahim.
Sementara Farida Yunus, salah satu warga terdampak mengaku sangat terbantu dengan adanya bantuan tersebut. Kepedulian sosial itu sangat dibutuhkan warga saat ini.
“Karena rumah saya so tenggelam, so lewat kepala. Jadi tinggal berharap ada bantuan, terutama makanan siap saji,” pungkas Farida.
Sebelumnya 3.021 Kepala keluarga (KK) terpaksa mengungsi akibat banjir di Kecamatan Tilango, Kabupaten Gorontalo yang terjadi pada Rabu (10/7/2024) dini hari.
3.021 KK ini merupakan warga di 7 Desa Kecamatan Tilango. Mereka mengungsi di beberapa lokasi pengungsian yang disediakan di setiap Desa setempat.
Berdasarkan data Pemerintah Kecamatan Tilango, sebanyak 9.370 jiwa di 8 desa terdampak banjir. Masing-masing Desa Tualango, warga terdampak 1.119 jiwa (214 rumah), Desa Dulomo 980 jiwa (265 rumah), Desa Tilote 2.188 jiwa (627 rumah), Desa Tabumela 2.025 jiwa (325 rumah), Desa Ilotidea 1.580 jiwa (170 rumah), desa Lauwonu 487 jiwa (61 rumah), Desa Tenggela 421 jiwa (60 rumah), Serta desa Tinelo 497 jiwa (133 rumah).
Banjir terparah berada di Desa Tabumela, Tilote, dan karena ketinggian air sudah mencapai 3 meter hingga saat ini.
Reporter: Enda












