Scroll Untuk Lanjut Membaca
NASIONALPERISTIWA

WHO: Tidak Benar Vaksin COVID-19 Menyebabkan Kemandulan

×

WHO: Tidak Benar Vaksin COVID-19 Menyebabkan Kemandulan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi pasangan

Dulohupa.id-Salah satu hal yang kerap menghambat program vaksinasi COVID-19 adalah munculnya informasi hoax di tengah masyarakat. Misal salah satu yang paling banyak dibahas adalah, tuduhan vaksin COVID-19 yang dapat menyebabkan kemandulan.

Hoax yang terlanjur beredar dan dipercayai masyarakat itu menyebutkan, bahwa kandungan yang ada pada vaksin dapat menyerang protein penting yang dibutuhkan dalam perkembangan plasenta.

Kabar tidak benar itupun dibantah oleh Direktur program imunisasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Dr Kate O’Brien. Ia menegaskan, bahwa informasi itu keliru dan tidak benar.

“Vaksin yang diberikan ke orang-orang tidak bisa menyebabkan kemandulan. Ini adalah rumor lama yang sering muncul juga pada banyak vaksin lain dan selama ini tidak pernah terbukti kebenarannya,” kata Kate seperti dikutip dari halaman resmi Twitter WHO, beberapa waktu lalu.

“Tidak ada vaksin yang bisa menyebabkan kemandulan,” tambah Kate.

Ia menjelaskan, bahwa sejauh ini, beragam studi telah menunjukkan bahwa vaksin COVID-19 yang telah mendapat izin terbukti dapat memberikan efek perlindungan. Orang yang divaksinasi dapat mencegah infeksi yang menimbulkan gejala sedang hingga parah.

Efek samping dari vaksin ini pun sejauh ini menurut data Komnas Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI),  hanya menimbulkan efek samping yang ringan dan tidak berbahaya.

“Laporan yang masuknya pegal, nyeri di tempat suntikan, kemerahan, lemas, demam, mual, perubahan nafsu makan,” kata Ketua Komnas KIPI, Prof Dr dr Hinky Hindra Irawan Satari, SpA(K), seperti dikutip dari detik.com.

Reporter: Tim