Dulohupa.id – PKKMB Universitas Negeri Gorontalo (UNG) tahun 2025, selain mencatatkan sejarah dalam hal terbanyak mahasiswa baru yang masuk, juga mengores sedikit dinamika di area Kampus 4 UNG.
Pasalnya, pada hari ke-4 pelaksanaan PKKMB di lingkungan fakultas, tindakan dugaan pengintervensian dari pihak kampus ke mahasiswa terjadi.
Dijelaskan Ketua Umum Mahasiswa Pecinta Alam (MPA) Lomaya, Regina bahwa saat melakukan sosialisasi soal MPA Lomaya ke mahasiswa baru, insiden dugaan intervensi dari Wakil Dekan III (WD III) Fakultas Sastra dan Budaya (FSB) UNG terjadi.
“Kemarin itu, kami sedang ada tampilan puisi. Di penampilan itu, tiba-tiba wakil dekan ini datang ditengah pentas itu memberhentikan karena properti yang kami bawa,” ujar Regina kepada Dulohupa, Jumat (15/08/2025).
Regina menjelaskan, properti yang dibawa saat tampil ialah rokok. Namun Regina menerangkan, bahwa penggunaan rokok itu semata-mata untuk pentas puisi yang ditampilkan pihaknya.
“Properti yang kami bawa itu rokok. Tapi itu menurut kami, itu bentuk dari ekspresi kebebasan yang kami bawa dan sesuai puisi yang dibacakan,” ucapnya.
Kata Regina, saat kejadian, pihak kampus sempat akan menghentikan sosialisasi yang dilakukan pihak MPA Lomaya. Namun, setelah dilakukan pertemuan antara WD III FSB bersama pihak MPA Lomaya serta pihak Senat Mahasiswa FSB, kembali dilanjutkan dengan catatan sosialisasi diberi waktu 10 menit.
Terakhir, Regina menegaskan bahwa dari kejadian ini akan menjadi bara semangat MPA Lomaya untuk memberikan lebih banyak lagi kontribusi ke kampus lebih khusus di bidang kepecintaalaman.
Sementara itu, saat dikonfirmasi ke WD III FSB UNG, Doktor Herson Kadir menerangkan bahwa soal kejadian kemarin saat ini tengah diproses pihak fakultas.
“Untuk vonis salah tidak saya dari tindakan saya, kan saya langsung tindak lanjuti. Abis PKKMB (hari ke-4) saya undang,” tandasnya.
“Saya tindaki secara prosedural, saya undang dorang. Dorang bilang saya salah atau apa, kan saya sudah bantu cerita full dengan dorang, saya sudah sampaikan begini-begini,” jalas Doktor Herson.
Sementara terkait pengurangan waktu sosialisasi, ia menyebutkan tak sepenuhnya benar.
“Ada saksi, ada terlebih 10 menit malah. (Begitu tidak benar adanya?) tidak benar. Yang jelas, narasi yang ada di senandika (media pemberitaan) itu, itu validasinya itu semuanya saya sudah jelaskan ke mapala yang bermasalah dengan saya,” terang dia.
Terkait adanya dugaan intervensi ke mahasiswa pecinta alam, Doktor Herson mengungkapkan bahwa belum pasti adanya, karena proses sementara berlangsung di tingkatan fakultas.
“Ada atau tidak bentuk intervensi itu, saya tidak berani mengatakan itu, tapi sudah naik berita seperti itu, dan orang menilai seperti itu, dan kalau saya bilang tidak begitu (intervensi) nanti saya poli subjektif, tunggu dulu tunggu dulu (proses sedang berlangsung),” terangnya.
Sementara terkait pelaksanaan PKKMB dilingkungan Fakultas Sastra dan Budaya UNG hingga hari terakhir, Doktor Herson mengatakan berjalan lancar.
Bahkan, pelaksanaan penutupan PKKMB di fakultas ini, pihak kampus menutupnya dengan mengukuhkan datangnya mahasiswa baru dengan tradisi turun-temurun.
“Jadi setiap tahun kita selalu menerima dan mengukuhkan mahasiswa baru dengan (tradisi) polohungo, sebagai simbol penghargaan kita kepada mahasiswa,” tutupnya.
Pada tahun ini, mahasiswa baru khusus di Fakultas Sastra dan Budaya UNG ada sejumlah 290 mahasiswa.
Reporter: Yayan











