Scroll Untuk Lanjut Membaca
KESEHATANPEMPROV GORONTALO

Waspada! Tak Hanya Manusia, Virus Leptospirosis Bisa Menular Pada Hewan Ternak

×

Waspada! Tak Hanya Manusia, Virus Leptospirosis Bisa Menular Pada Hewan Ternak

Sebarkan artikel ini
virus Leptospirosis
Tikus yang ditangkap untuk diuji sampel dalam mengidentifikasi virus Leptospirosis. Foto/Dulohupa

Dulohupa.id – Penyebaran wabah virus Leptospirosis di Gorontalo tak hanya bisa menular ke Manusia, bahkan Leptospirosis bisa menyerang hewan ternak yang terkontaminasi langsung dengan urin atau kotoran tikus dengan ciri dan gejala yang sama seperti pada manusia.

Kasus penyebaran wabah Leptospirosis yang ditularkan oleh hewan tikus melalui urin atau kotoran tikus yang terkontaminasi dengan bagian tubuh yang terbuka kini mengalami kenaikan di Gorontalo. Terakhir, Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo mencatat sudah terjadi sebanyak 57 kasus positif dengan 4 kasus kematian yang tersebar di wilayah Kabupaten Gorontalo, Kota Gorontalo serta Kabupaten Bone Bolango.

Beruntung, wabah ini diketahui tidak menular dari manusia ke manusia, namun hanya ditularkan dari hewan tikus ke Manusia.

“Kalau dari manusia sih saat ini belum ada, jadi masih lebih ke hewannya. Dari tikus kemudian bisa menular langsung ke manusia,” Ungkap Kabid P2P Dinkes Provinsi Gorontalo, dr. Jeane Dalie.

Wabah Leptospirosis
Pemeriksaan warga untuk mengidentifikasi terkena virus Leptospirosis oleh Dinas kesehatan Provinsi Gorontalo. Foto/Dulohupa

Namun, Kabid P2P Dinkes Provinsi Gorontalo juga menegaskan bahwa wabah Leptospirosis ini dapat menular ke hewan ternak, seperti sapi, anjing, kucing. Bahkan hewan ternak yang tertular Leptospirosis ini akan memiliki gejala yang hampir sama pada manusia, yakni munculnya kulit berwarna kuning.

“Jadi untuk masyarakat yang memiliki hewan ternak atau peliharaan di daerah bekas banjir atau ada genangan air, harus lebih berhati-hati dan mengantisipasi terkait penyakit Leptospirosis,” Ujar dr. Jeane Dalie.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo pun telah 2 kali melakukan pengambilan sampel untuk uji laboratorium atau pemeriksaan terhadap hewan tikus yang diduga menjadi penyebar Leptospirosis.

“Kami bekerjasama dengan BLK Manado, diambilnya ada sekitar 15 tikus dan kami masih menunggu hasil pemeriksaannya. Kemudian di Bulan Agustus juga kami bekerjasama dengan BKK Provinsi Gorontalo dan BLKN Jakarta, itu kami melakukan pelepasan 100 perangkap tikus dan hanya 41 perangkap tikus yang tersisi,” Jelas Kabid P2P Dinkes Provinsi Gorontalo.

Dari 41 sampel tikus yang diambil dan diuji laboratorium, sebanyak 31 tikus dinyatakan positif terpapar Leptospirosis. Tak sampai disitu, pihak Dinas Kesehatan pun masih akan memeriksa Ginjal atau Pinjal dari tikus untuk melihat dan memastikan jenis virus yang ada pada Pinjal tikus tersebut.

Redaksi Dulohupa