Untuk Indonesia

Warga Batudaa Tewas Gantung Diri, Diduga Karena Ini

Dulohupa.id- Seorang warga Dusun Bontula, Desa Barakati, Kecamatan Batudaa, Kabupaten Gorontalo berinisial MDK (46) tewas bunuh diri, Rabu (3/2). Dari keterangan saksi, MDK ditemukan sudah tidak bernyawa dengan kondisi gantung diri.

Kasat Reskrim Polres Gorontalo, Iptu Mohammad Nauval Seno saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Kata Nauval, bahwa keterangan saksi yang ia dapat, bahwa MDK sebelumnya pada pukul 07:30 masih bertemu dengan Rahim (29) di rumahnya. Rahim kata Nauval berniat untuk mengantar MDK ke kebun miliknya di Kaki Gunung Dusun Bondula yang berjarak sekitar 2 kilometer dari kediamannya.

”Tapi Korban (MDK) meminta kepada rahim agar isitrinya terlebih dahulu untuk diantarkan ke kebun dengan membawa alat tangki semprot,” ungkap Nauval saat ditemui di Kantor Reskrim Polres Gorontalo, Rabu (03/02) sore.

Baca Juga:  Dinilai Mengganggu Ketertiban Umum, Satpol PP Provinsi Gorontalo Razia Pengemis dan Gelandangan

“Tidak lama kemudian, saksi Rahim balik untuk menjemput korban. Akan tetapi sudah bertemu korban di tengah perjalanan. Korban sempat menceritakan kepada saksi bahwa ia sangat takut dan gelisa,” tambahannya.

Lebih lanjut kata Nauval, pada pukul 08.00 wita sebelum tiba di kebun. Korban masih datang ke rumah orang tuanya. Saat ditawari makan oleh orang tuanya, korban menolak tawaran tersebut.

“Korban sempat mengutarkan bahwa dia akan mati hari ini. Setelah itu korban langsung beranjak pergi ke kebun miliknya,” jelas Nauval.

Sekitar Pukul 13.00 WITA, saksi Risi Mantulangi (65) mendengar ada suara kursi yang digeser di rumah korban, karena penasaran dengan suara tersebut. Saksi Risi memangli saksi Munter Mego (50), sebab posisi rumah dalam keadaan tertutup rapat. Saat saksi Munter mengintip melalui jendela, melihat korban sudah dalam posisi tergantung.

Baca Juga:  Polda Gorontalo Bekuk Bandar Sabu Asal Pohuwato

“Dugaan karena korban depresi. Untuk saat ini pihak kami sudah melakukan cek TKP dan berkoordinasi dengan pihak puskesmas setempat, dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan terhadap tubuh korban. Pihak keluarga menolak untuk diautopsi dan memilih untuk langsung menguburkan jasad korban,” pungkasnya.

Kontak bantuan
Bunuh diri bisa terjadi saat seseorang mengalami depresi dan tak ada orang yang membantu. Jika Anda memiliki permasalahan yang sama, jangan menyerah dan memutuskan mengakhiri hidup.
Anda tidak sendiri. Layanan konseling bisa menjadi pilihan Anda untuk meringankan keresahan yang ada. Untuk mendapatkan layanan kesehatan jiwa atau untuk mendapatkan berbagai alternatif layanan konseling, Anda bisa simak informasi di situs web Into the Light Indonesia di bawah ini:
https://www.intothelightid.org/tentang-bunuh-diri/hotline-dan-konseling/

Comments are closed.