Dulohupa.id – Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea larang Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) di lingkungan Pemerintah Kota Gorontalo memakai sepatu kets atau pun sandal saat jam kerja kantor.
Dirinya menegaskan akan menindak tegas ASN yang ditemukan menggunakan sepatu kets ataupun sandal, termasuk ASN guru sekolah di Kota Gorontalo. Hal tersebut disampaikan Wali Kota Gorontalo saat apel perdana usai libur nasional dan cuti bersama Idulfitri 2025 di Lapangan Taruna Remaja, Selasa(8/4/2025) kemarin.
“Mulai hari ini aturan pakai sepatu kita kembalikan. Satu hal yang tidak enak dilihat pergi ke kantor pakai kets. Jadi saya tidak mau lihat lagi yang pakai kets yang masuk kantor. Sepatu kets itu untuk berolahraga bukan untuk pergi ke kantor,” tegas Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea.
Menurut Adhan, sebagai pelayan masyarakat ASN harus melayani masyarakat dengan baik, salah satunya berpenampilan rapi agar saat melayani masyarakat dihargai oleh masyarakat itu sendiri.
“Kalau ke kantor harus pakai yang dapat dihargai oleh masyarakat. Bagaimana akan dihargai masyarakat, kalau ke kantor hanya pakai sandal,” ujar Adhan.
Tidak hanya masalah sepatu kets dan sandal, wali kota juga menyoroti sejumlah pegawai yang hanya datang melakukan absen pagi dan setelah itu kembali ke rumah. Dimasa kepemimpinannya ini, ia menegaskan agar tidak ada lagi hal seperti itu.
“Ditambah lagi ada pegawai yang datang hanya pakai daster datang absen lalu pulang. Dan itu sudah selalu terjadi. Maka dari itu kedepan harus kita rubah dan segarkan hal-hal seperti itu,” ujar Adhan.
“Saya tahu bahwa pegawai kota ini tidak senang dengan saya karena disiplin, dan itu tidak akan mungkin saya hilangkan. Saat kampanye saya sudah sampaikan, bahwa tidak apa pegawai kota tidak memilih saya, tetapi soal disiplin bagi saya adalah masalah prinsip,” tambahnya.
Bagi Adhan, disiplin adalah masalah prinsip yang tidak dapat dikompromi, menjadi ASN berarti sudah siap menjadi pelayan rakyat.
“Untuk itu saya minta maaf terlebih dahulu jika nanti saya menindaki ASN yang tidak disiplin, karena saya tidak ada kompromi soal disiplin. Saya melakukan semua itu karena kita ini adalah pelayan rakyat, betapa berdosanya kita telah menerima hak hak kita tetapi tidak memenuhi kewajiban sebagai aparatur sipil negara, baik itu tenaga honorer maupun PNS,” tutup Adhan.
Reporter: Enda












