Dulohupa.id – Setelah melakukan pengabdian kesehatan kepada masyarakat selama tujuh minggu di Kecamatan Tapa, Mahasiswa Program Studi (Prodi) Profesi Ners Universitas Negeri Gorontalo menggelar seminar kesehatan bertajuk “Kupas Tuntas Seputra Vaksinasi dan Varian Baru Covid-19 serta Peran Orang Tua dalam Pelaksanaan vaksinasi pada Anak usia 6-11 Tahun di Kecamatan Tapa” di Balai Pertemuan Umum Tapa, pagi tadi, Kamis (13/1/22).
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Camat Kecamatan Tapa, Sukriyanto Katili, dan turut dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Yana Yanti Suleman sebagai narasumber, ditemani oleh Rahayu Tulen Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Dinas Kesehatan Bone Bolango juga Dosen Keperawatan UNG, Dewi S. Hiola.
Ketua Program Studi Profesi Ners, Nasrun Pakaya mengungkapkan bahwa pelaksanaan kegiatan seminar kesehatan tersebut memang merupakan bagian dari program Prodi Profesi Ners UNG, setelah mereka melakukan pengabdian masyarakat di daerah tersebut selama tujuh minggu.
“Mereka sudah melaksanakan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk pelayanan kepada masyarakat, mulai dari pemeriksaan kesehatan secara gratis, kemudian penyuluhan-penyuluhan yang berhubungan dengan kesehatan, dan yang terakhir adalah bagaimana mereka bisa melaksanakan seminar-seminar pelaksanaan vaksin,” ujarnya
Kata dia, seminar tersebut bertujuan agar lebih mengedukasi masyarakat di daerah itu, terhadap persoalan kemunculan varian virus baru, yakni Omicron. Dan juga mengedukasi masyarakat perihal vaksinasi terhadap anak-anak usia 6 sampai 11 tahun.
“Kami maklumi bahwa masyarakat itu belum yakin untuk pelaksanaan vaksin (terhadap anak mereka di usia 6-11 tahun), tetapi dengan upaya-upaya dari pemerintah untuk meningkatkan dan mengcover dari segi keluhan-keluhan kesehatan ini, Insya Allah akan dapat meningkatkan keyakinan masyarakat,” ungkapnya.
Karena itu juga, ia berharap dengan hadirnya mahasiswa dari Prodi Profesi Ners selama tujuh minggu di daerah itu, mampu mengubah perilaku masyarakat, apalagi mengenai soal kesehatan.
“Harapan kami, dengan praktik profesi ini, akan dapat meningkatkan perubahan perilaku dari masing-masing masyarakat untuk meningkatkan gaya hidup sehat,” harapnya.
“Karena di wilayah Kecamatan Tapa sendiri, capaian vaksinasinya itu sudah di atas 70 persen, dan ini Insya Allah kita harapkan vaksinasi ini bisa mencapai 100 persen,” tambahnya.
Sementara itu, Camat Kecamatan Tapa, Sukriyanto Katili, menjelaskan bahwa kehadiran mahasiswa Prodi Profesi Ners tersebut sangat memberikan dampak positif terhadap gaya hidup sehat masyarakat di daerah itu. Karena itu, dirinya mengucapkan terima kasih banyak juga apresiasi karena telah melakukan pengabdian selama tujuh tahun dan juga atas seminar kesehatan tersebut.
“Penempatan mahasiswa untuk profesi ners ini, baru tiga desa, yakni Desa Talulobutu, Desa Talulobutu Selatan dan Desa Talumopatu. Alhamdulillah keberadaan mahasiswa ini, telah memberikan kontribusi besar buat pemerintah desa dalam hal penanganan khususnya masalah-masalah kesehatan yang ada di desa,” ujarnya
Ia menuturkan, saat pihaknya menghadiri musyawarah mufakat desa yang dilaksanakan oleh Desa Huntu Selatan, ada 16 kasus masalah kesehatan yang terungkap di desa itu, lalu berhasil diangkat dan diberikan solusi oleh mahasiswa Prodi Profesi Ners tersebut.
Karena itu juga, dirinya berharap kalau program yang dilaksanakan oleh Prodi Profesi Ners UNG tersebut bisa berkelanjutan, agar terus memberikan edukasi kepada masyarakat di daerah itu.
“Edukasi dari mahasiswa kepada warga ini bahwa, betapa pentingnya vaksinasi ini juga sangat tinggi, sehingga trend untuk perkembangan grafik covid kita di Kecamatan Tapa itu terbantukan dengan adanya mahasiswa juga,” ucapnya.
Lebih lanjut kata ia, dengan adanya mahasiswa tersebut, telah memberikan kontribusi positif bagi mereka pemerintah kecamatan dan pemerintah desa.
“(Kehadiran mahasiswa) ini sangat memberikan edukasi dan warna tersendiri bagi masyarakat, khususnya bagi lansia yang mereka setelah kemarin ada senam lansia, mereka merasa semangat bangkit kembali menambah imun,” tutupnya.
Reporter: Faisal Husuna











