Untuk Indonesia

Uji Sedimentasi Persawahan Pohuwato, DLH: Terdeteksi Adanya Logam Berat

Secara mengejutkan, dari pengujian endapan itu, DLH Pohuwato menemukan adanya kandungan logam berat atau bahan kimia.

Dulohupa.id-Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pohuwato melakukan serangkaian pengujian di persawahan di Pohuwato. Pengujian itu dengan mengambil sampel sedimentasi atau tanah yang dibawa oleh sungai dari arah pegunungan dengan aktivitas pertambangan emas.

Secara mengejutkan, dari pengujian endapan itu, DLH Pohuwato menemukan adanya kandungan logam berat atau bahan kimia.

“Di Taluduyunu itu kan ada irigasi, di bendungan itu ada saluran yang mengarah ke muara dan ke persawahan. Jadi kita ambil yang di sawah, di endapan itu. Memang terdeteksi adanya logam berat. Kadar merkurinya juga terpantau ada,” kata Yustinata Buluatie, Kabid Penataan dan Penaatan, DLH Pohuwato, Jumat (13/3) kemarin.

Namun kata Yustinata, pihaknya masih mencari tahu batas ambang kandungan logam berat atau merkuri pada sedimentasi tersebut. Sejauh ini, pihaknya belum tahu, apakah kandungan logam berat dalam sedimentasi itu tergolong aman atau justru berbahaya.

“Kami juga masih mencari baku mutu atau ambang batasnya dari kadar logam berat tersebut, standarnya di berapa persen yang diperbolehkan. karena untuk baku mutu itu sendiri belum ada standar bakunya secara nasional untuk kadar kandungan logam berat maupun merkuri,” jelasnya.

Ia menceritakan, bahwa pada 2018 kemarin, pihak DLH telah melakukan riset terhadap kandungan merkuri atau logam berat di badan air, dengan mengambil sampel di Sungai Taluduyunu dan Batudulang. Hasilnya kata dia, pihaknya tidak menemukan ada kandungan merkuri atau limit deteksi.

“Sungai yang dijadikan tempat riset tahun 2018 itu di Sungai Taluduyunu. Jadi kita lihat ada kegiatan apa, misalnya parameter yang kita ambil, kita lihat dari kegiatan yang dilakukan dan bisa terdeteksi sumber pencemarannya. Jadi kita mau lihat apa yang terkandung di situ, dan hasilnya limit deteksi. Itu riset kami di badan air atau air permukaan,” tutur Yustinata.

Dan memang lanjutnya, untuk logam berat sendiri, tidak akan terdeteksi di air permukaan. “Logam berat kalau di kandungan air memang dia tidak terdeteksi.”

Makanya, upaya untuk mendeteksi adanya kandungan logam berat atau merkuri dilihat dari sisi lain, yaitu sedimentasi seperti endapan atau pasir yang terbawa arus sungai dan teraliri ke persawahan masyarakat.

“Tahun 2018 juga, sampelnya di saluran air yang ada di persawahan dan endapan atau sedimentasi. Dan terdeteksi ada logam berat, merkuri juga,” tegasnya dalam wawancara.

Reporter: Zulkifli Mangkau

Comments are closed.