Scroll Untuk Lanjut Membaca
GORONTALOHEADLINERamadan

Tumbilotohe Underwater 2026, Puluhan Penyelam Nyalakan Lampu di Bawah Laut

×

Tumbilotohe Underwater 2026, Puluhan Penyelam Nyalakan Lampu di Bawah Laut

Sebarkan artikel ini
Tumbilotohe Underwater
Aksi pasang lampu di perairan Leato Selatan, Kota Gorontalo yang dilakukan para penyelam di Gorontalo. Foto/ist

Dulohupa.id – Pelaksanaan Tumbilotohe Underwater kembali dilakukan pada bulan suci Ramadhan 1447 hijriah tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung di Pantai Olalo, Kelurahan Leato Selatan, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo pada Minggu (15/03/2026) malam.

Sebanyak 28 penyelam turut terlibat dalam aksi menyalakan lampu di bawah laut. Kegiatan ini merupakan kali ke-7 digelar atau tahun 2020 lalu mulai dilaksanakan.

Kegiatan ini diinisiasi dari pihak Lanal Gorontalo bekerjasama dengan komunitas selam Wawahea Gorontalo Comunity (WGC), dan Edudive UNG. Melalui Danlanal Gorontalo, Letkol Laut (P) Hanny Chandra Sukmana menjelaskan bahwa kegiatan Tumbilotohe Underwater 2026 ini merupakan salah satu bagian dari mendukung kegiatan Festival Tumbilotohe dari pemerintah Provinsi Gorontalo.

“Karena memang ada rangkaian festival Tumbilotohe dari provinsi melaksanakan dari Tumbilotohe Run, Tumbilotohe kuliner kemudian ada juga lomba-lomba,” ujar Letkol Laut (P) Hanny kepada awak media.

“Kita berinisiatif dari Lanal Gorontalo dengan seluruh komunitas penyelam di Gorontalo, ada Edudive, ada Wawahea, tentunya kami juga menggandeng pemerintah untuk mengadakan kegiatan ini,” lanjutnya.

Tumbilotohe
Pasang lampu di bawah laut oleh para penyelam di Gorontalo. Foto/ist

Lebih lanjut kata Danlanal Gorontalo, kegiatan ini sudah ke-7 kalinya dilaksanakan, namun nanti di tahun ini turut menggandeng pihak pemerintah daerah.

“Sehingga tadi Alhamdulillah ibu gubernur (dalam sambutannya) juga menyampaikan akan menjadi agenda tahunan,” tandasnya.

Danlanal Gorontalo berharap, dengan keterlibatan pemerintah daerah pada pelaksanaan kegiatan ini ditahun mendatang bisa menjadi salah satu daya tarik, dan dimungkinkan pada masa mendatang keterlibatan di kegiatan ini akan lebih luas baik dari wisatawan lokal maupun mancanegara.

Kata Letkol Laut (P) Hanny, sebanyak 28 penyelam ikut andil dalam kegiatan ini, yaitu dari pihak Lanal Gorontalo, pihak Polri (Polairud), Basarnas Gorontalo, komunitas WGC dan dari pihak Edudive UNG. Pelaksanaan Tumbilotohe Underwater ini dilakukan di kedalam antara 6 meter sampai 8 meter dibawa laut.

Sementara dijelaskan lebih lanjut dari pihak komunitas WGC, Darman Syah Lubis bahwa sebagai salah satu komunitas penyelam di Gorontalo, pelaksanaan Tumbilotohe Underwater ini merupakan bagian dari salah satu kepedulian pelestarian alam Gorontalo.

“Jadi salah satu kepedulian kelestarian alam kami itu dalam rangka bulan ramadhan ini kami melaksanakan Tumbilotohe Underwater,” ucapnya.

Menurut Darman, persiapan pelaksanaan kegiatan ini tak membutuhkan waktu yang banyak, sebab telah menjadi agenda tahunan.

“Kesulitan yang kami alami mungkin karena memang faktor alam, seperti hari ini cuacanya kurang bagus tapi Alhamdulillah pengambilan gambar dokumentasinya lancar,” jelas Darman.

Kata Darman, ada sejumlah 30 lebih lampu yang dipasang di bawah laut pada kegiatan ini. Dirinya berharap, ditahun mendatang akan lebih banyak lagi dan lebih maksimal pelaksanaan Tumbilotohe Underwater, terlebih pemerintah daerah menyambut baik kegiatan tersebut.

Reporter: Yayan