Dulohupa.id – Setelah cukup lama proses pengerjaan pembangunan Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) yang ada di wilayah Kota Gorontalo, Walikota Gorontalo, Marten Taha lakukan peninjauan progres pekerjaan di lokasi pembangunan. Dalam penijauan pekerjaan SPAM, Marten temukan dua pekerjaan yang masih bermasalah.
Peninjauan dilakukan setelah secara keseluruhan telah dilakukan evaluasi dalam rapat bersama stakeholder terkait. Sehingga pada Jumat, 28 April 2023, Marten Taha langsung melakukan peninjauan di lapangan dengan melihat dan memantau kondisi yang sebenarnya.
“Karena dalam laporan ada pekerjaan seperti pembangunan SPAM di Dumbo Raya itu sudah 91-98 persen, sehingga kita lihat kondisi di lapangan apakah benar adanya seperti yang ada dalam laporan. Kita juga melihat kendala-kendala teknis apa saja yang terjadi di lapangan yang menghambat pekerjaan dan kita cari solusi untuk memecahkan masalah atau hambatan itu,” Ungkap Walikota Gorontalo, Marten Taha, Jumat (28/04/2023).
Setelah dilakukan peninjauan, pekerjaan pembangunan SPAM yang ada di Kecamatan Dumbo Raya ditemukan masalah terkait lahan pembangunan jembatan pipa. Dimana masyarakat meminta ganti rugi terhadap lahan mereka yang akan dijadikan lokasi pembangunan.
“Itu tentu harus kita proses sesuai dengan prosedur penggantian kerugian terhadap lahan-lahan yang akan digunakan nanti. Kemarin dan tadi saya sudah memerintahkan untuk segera dilakukan prosedur ganti rugi kepada masyarakat atas tanah yang akan dibangun jembatan pipa itu. Saya juga menekankan agar pada pertengahan Mei sudah ada progres pekerjaan,” Tegas Marten.
Sementara itu, proses pembangunan SPAM yang berada di Kecamatan Dungingi terkendala oleh kondisi pembangunan yang dilakukan diatas bantaran sungai. Sehingga dalam proses pengerjaan harus disesuaikan dengan kondisi cuaca. Dimana ketika air sungai meluap, maka proses pekerjaan akan terhenti.
Melihat kondisi cuaca akhir-akhir ini cukup bagus dan mendukung, Walikota Gorontalo, Marten Taha meminta kepada kontraktor untuk dengan segera menggunakan dan memanfaatkan situasi tersebut untuk bisa menyelesaikan pembangunan yang harus dikerjakan.
“Kalo di Dungingi saya lihat sebenarnya tinggal finishing, tapi yang namanya finishing harus dikerjakan dengan ketelitian dan penyelesaiannya harus lebih bagus dan kualitas juga harus lebih baik,” Pungkasnya.
Reporter: Kris












