Scroll Untuk Lanjut Membaca
HEADLINEPERISTIWA

Tim SAR Evakuasi Dua Nelayan Gorut yang Terdampar di Perairan Amurang

100
×

Tim SAR Evakuasi Dua Nelayan Gorut yang Terdampar di Perairan Amurang

Sebarkan artikel ini
Nelayan Terdampar
Kedua Nelayan asal Gorontalo Utara saat dievakuasi ke Kapal Bimasena di perairan Amurang, Sulawesi Utara. Foto/Basarnas

Dulohupa.id – Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi dua nelayan asal Gorontalo Utara (Gorut) yang sebelumnya dilaporkan hilang dan ditemukan terdampar di perairan Amurang, Sulawesi Utara (Sulut).

Kedua korban dievakuasi menggunakan kapal Bimasena oleh sejumlah petugas gabungan dari Basarnas Gorontalo, Basarnas Manado, Badan keamanan Laut (Bakamla), TNI Angkatan laut dan nelayan. Korban ditemukan selamat sedang berada di rakit (rompon) milik nelayan.

Kepala Basarnas Gorontalo, Heriyanto mengatakan, petugas membutuhkan kurang lebih 5 jam dari pelabuhan Amurang menuju lokasi penemuan korban.

“Pada pukul 11.34 wita Tim SAR berhasil menemukan Korban pada koordinat 2°00’667”N – 123°37’080”E dengan jarak 5 NM arah barat dari LKP,” ujar kepala Basarnas Gorontalo, Heriyanto Rabu (02/8/2023).

Kedua korban tiba di pelabuhan Amurang sekitar pukul 18.10 wita dan langsung diberikan pertolongan pertama oleh tim medis dinas Kesehatan, Kabupaten Amurang.

Keluarga yang menunggu di pelabuhan sempat terlihat menagis haru ketika kedua korban tiba dengan kondisi selamat setelah terombang ambing beberapa hari di laut.

“Rencana selanjutnya korban akan dibawa menuju kediamannya di Desa Molantadu, Kabupaten Gorontalo Utara,” tandas Kepala Basarnas Gorontalo.

Sebelumnya dua nelayan dilaporkan hilang saat melaut di perairan Desa Kotajin, Kecamatan Atinggola, Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut).

Kedua korban diketahui bernama Rustam Mootalu (60) dan Arman Rajawali (40) yang keduanya merupakan warga Desa Molontadu, Kecamatan Tomilito, Kabupaten Gorut.

Menurut keterangan dari anak korban, orangtuanya bersama seorang teman melaut dari Kamis 27 juli 2023 dan rencana pulang hari Sabtu, 29 juli 2023. Namun hingga Minggu kemarin kedua korban tak kunjung kembali.

Keluarga korban kemudian melaporkannya ke Tim SAR Pos Kwandang untuk meminta bantuan melakukan pencarian.

Tim SAR kemudian mendapatkan informasi dari nelayan lainnya yang sempat melihat kedua korban sementara memancing di sekitar ponton bagian selatan pulau Bongkil, Sulawesi Utara.

Petugas yang mendapat informasi bahwa kedua nelayan terdampar di perairan Sulawesi Utara, Basarnas Gorontalo kemudian berkoordinasi dengan Basarnas Manado untuk melakukan evakuasi.

Redaksi