Scroll Untuk Lanjut Membaca
AdvertorialPEMKAB POHUWATO

Tiga Siswa di Pohuwato Terima Beasiswa Dari BPJS Ketenagakerjaan

×

Tiga Siswa di Pohuwato Terima Beasiswa Dari BPJS Ketenagakerjaan

Sebarkan artikel ini
Bupati pohuwato saat memberikan beasiswa, foto/istimewa

Dulohupa.id- Tiga siswa di Pohuwato menerima beasiswa pendidikan. Ketiganya adalah ahli waris dari keanggotaan BPJS Ketenagakerjaan. Adapun jumlahnya sebesar Rp 199,5 juta. Dana itu diserahkan langsung oleh Bupati Pohuwato, Saipul Mbuinga siang kemarin, Senin (24/5) di Aula Kantor Camat Marisa, Kabupaten Pohuwato. 

Adapun tiga ahli waris tersebut yakni Sitti Hardiyanti Gobel anak alm Wajir S. Van Gobel, tenaga kerja Bank Sulutgo, dengan total beasiswa sampai dengan perguruan tinggi Rp 60 juta. Kemudian Sabrina Putri Gobel anak alm Wajir S Van Gobel tenaga kerja Bank Sulutgo, total beasiswa sampai dengan perguruan tinggi Rp 79,5 juta, serta Wiranti Otoluwa anak alm Serlin Kopoli non ASN dinas lingkungan hidup, dengan total beasiswa sampai dengan perguruan tinggi Rp 60 juta. 

Usai menyerahkan beasiswa tersebut, Saipul berharap agar penerima benar-benar mengikuti pendidikan dengan baik hingga selesai. Sebab, seluruh biaya untuk pendidikannya sudah ditanggung. 

“Masa depan adik-adik sudah ada, dalam arti biaya sekolah sampai keperguruan tinggi sudah tersedia, makanya saya minta benar-benar ini menjadi perhatian serius. Karena apabila putus ditengah jalan maka sudah pasti beasiswa ditarik kembali,” jelas Saipul. 

Kepada pihak BPJS Ketenagakerjaan, Saipul mengucapkan terima kasih banyak karena sudah membantu pemerintah sekaligus membantu meringankan beban dari keluarga almarhum dan almarhumah. Besar harapan pemerintah agar kedepan bisa ada lagi beasiswa seperti ini bagi anak-anak didik Pohuwato yang benar-benar mau melanjutkan studinya.

Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Pohuwato, Ady Syamsul berharap, dengan adanya beasiswa ini dapat dimanfaatkan dengan baik. 

“Kepada anak-anak dari almarhum dan almarhumah dapat melanjutkan pendidikan sampai ke perguruan tinggi. Serta pula mendorong non ASN/PTT di lingkup pemda pohuwato dan aparat desa dapat menjadi peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan, karena belum semua non ASN dan aparat desa menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan,” ungkapnya. 

Reporter: Has