Dulohupa.id – Identitas mayat laki-laki yang ditemukan mengapung di perairan laut sekitar pulau lampu Torosiaje, Kecamatan Popayato, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo pada Kamis (19/6/2025), ternyata nelayan asal Desa Hungayonaa, Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo.
Korban bernama Suwarni Ali (66) yang saat ini sudah berdomisili di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Duhiadaa, Kabupaten Pohuwato.
Keluarga korban, Rosita Ali (34) menceritakan, korban pada pada Selasa (17/6/2025) sekitar pukul 14.00 Wita izin pamit melaut, namun korban tidak memberi tahu lokasi perairan untuk mencari ikan.
“Korban sempat bercerita bahwa yang mana dirinya akan pergi melaut. Tapi tidak memberitahu bahwa dia (korban) akan turun ke bagian laut mana. Jadi sudah 3 hari korban ini hilang,” jelasnya.
Kapolres Pohuwato, AKBP Busroni menjelaskan usai diketahui identitas korban pihak kepolisian langsung menghubungi keluarga korban. Tak lama kemudian mereka datang dan langsung membawa korban untuk disemayamkan.
“Keluarga korban yang diwakili anak korban Hamid Ali menerima dengan kematian korban dan tidak berkeberatan dengan membuat surat penolakan autopsi,” jelasnya.
Sebelumnya sesosok mayat laki-laki ditemukan mengapung di sekitaran pulau lampu Torosiaje, Kamis (19/6/2025). Mayat tersebut ditemukan pertama kali oleh Azis Laida, nelayan asal Kecamatan Lemito, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo.
Kapolres Pohuwato, AKBP Busroni menjelaskan mayat tanpa identitas itu ditemukan berdekatan dengan perahu dalam keadaan terbalik.
Aziz saat menemukan mayat langsung menghubungi temannya yang bernama Amir Apunye. Mendengar kabar tersebut Amir kemudian melaporkan kejadian tersebut di Pos Polair Popayato Polda Gorontalo sekitar pukul 10.40 Wita.
“Sekitar pukul 13.10 Wita personil Polair Pos Popayato tiba di lokasi mayat pada titik koordinat 00°20’24.3″N 121°26’05.9″E. Kemudian personil Polair Pos Popayato dan masyarakat langsung mengevakuasi mayat tersebut menuju pantai Lalape,” jelasnya.
AKBP Busroni juga mengaku bahwa mayat tersebut ditemukan dalam keadaan hanya memakai pakaian dalam saja. Warna perahu yang digunakan berwarna kuning bercorak hijau dan putih.
“Mayat saat ini telah dievakuasi ke Polsek Popayato guna proses penyelidikan lebih lanjut. Untuk perahu korban sudah tidak dievakuasi karena sudah tenggelam,” ujarnya.
Reporter: Hendrik Gani











