Scroll Untuk Lanjut Membaca
NASIONAL

Tak Terima Sering Dimarahi, Seorang Pria di Gorut Tikam Istri Hingga Kritis

195
×

Tak Terima Sering Dimarahi, Seorang Pria di Gorut Tikam Istri Hingga Kritis

Sebarkan artikel ini
Suami tikam istri hingga nyaris merenggang nyawa.
Ilustrasi (Ft. Istimewa)

Dulohupa.id – Seorang wanita warga Desa Tolango, Kecamatan Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara, berinisial  SS alias Ani (36),  nyaris meregang nyawa karena ditikam suaminya sendiri DT (32) Kamis (29/11/2019). Sang suami nekat tikam istrinya, diduga karena emosi sering dimarahi istrinya.

Sebelumnya, Ani dan suaminya sempat terlibat cekcok karena sang istri menyuguhi kopi yang rasanya pahit kepada suaminya. DT yang merasa kesal dengan ulah istrinya mencoba menghabisi nyawanya sendiri dengan gantung diri. Akan tetapi upaya DT digagalkan Ani.

Usai kejadian itu, DT lalu keluar rumah. Pukul 20.30 WITA, DT pulang ke rumah. Sesampainya di rumah, DT kembali disambut Ani dengan ‘ceramah’. Dari ruang tamu berlanjut hingga ke dapur. Di dapur, DT melihat sebuah pisau kecil yang terletak di tempat mencuci piring.

Diduga lantaran sudah diliputi emosi, DT lalu mengambil pisau tersebut dan kemudian ia menikamkan pisau itu berkali-kali ke tubuh Ani. Ironinya, Ani hanya berusaha menangkis tanpa berteriak meminta tolong.

Mendapat serangan senjata tajam bertubi-tubi, Ani akhirnya tak berdaya. Ia terkulai lemas. Saat itu DT mengira sang istri telah meninggal. Ia pun memutuskan menyerahkan diri ke Polsek Anggrek.

Usai menerima laporan DT, petugas Polsek Anggrek bergegas ke lokasi. Saat itu diketahui Ani masih bernyawa. Korban pun dirujuk ke RS ZUS Kwandang dengan luka di beberapa bagian tubuh. Seperti di wajah, dada serta lengan.

Kasat Reskrim Polres Gorontalo, Kasat Reskrim AKP Kukuh Islami membenarkan peristiwa suami tikam istri di wilayah Anggrek, Gorontalo Utara. Ia menjelaskan kasus tersebut saat ini sudah ditangani oleh Polsek Anggrek.

“Iya memang kejadian itu terjadi di wilayah hukum Polsek Anggrek. Saat ini juga kasus tersebut sudah ditangani oleh pihak polsek untuk kemudian diproses lebih lanjut sesuai dengan proses hukum yang berlaku,” jelasnya. (Kibong)