Dulohupa
Portal Berita Online Gorontalo

Sulit Mengurai Kandungan Merkuri di Area Bekas Tambang

DULOHUPA.ID- Seorang pemerhati lingkungan di Gorontalo, Rahman Dako, mengapresiasi langkah para pihak dalam melakukan penimbunan bekas galian tambang emas di Pohuwato. Meski begitu kata dia, penimbunan dan penghijauan tetap saja sulit untuk mengurai kandungan merkuri di area bekas tambang

“Meskipun sudah dilakukan rehabilitasi, tapi sangat sulit untuk menguraikan kandungan merkuri pada eks pertambangan tersebut,” jelasnya kepada Dulohupa.id via saluran telepon, Rabu (18/11).

Selain itu upaya reklamasi area bekas pertambangan, akan membutuhkan waktu yang lama untuk kembali pada bentuk awalnya.

Padahal, logam berat seperti merkuri yang dipakai pada area pertambangan tersebut, dampaknya bisa buruk untuk lingkungan maupun masyarakat.

“Dampak dari merkuri itu sangat tidak baik bagi masyarakat, apalagi air dari kawasan yang sudah tercemar oleh merkuri tidak baik untuk dikonsumsi, dipakai untuk pengairan sawah, dan untuk budidaya ikan misalnya,” lanjut.

Sebetulnya kata Rahman, praktik penggunaan merkuri pada tambang-tambang emas di Pohuwato telah berlangsung lama. Bahkan sampai ada penelitian yang menemukan, bahwa burung-burung di Gorontalo, khususnya di Pohuwato sudah terkontaminasi dengan merkuri.

“Burung-burung ini kan, makan ikan dari laut, dan kita tahu hulu nya itu pasti ada di area pertambangan sana. Indikator burung yang sudah terkontaminasi ini yang menandakan kandungan merkuri dipakai untuk pengolahannya, dan merembet sampai pada hilirnya,” tutup Rahman.

Meski begitu, di akhir pernyataannya, Rahman Dako mengungkapkan bahwa upaya penimbunan dan penghijauan tersebut perlu diapresiasi. Apalagi itu untuk tujuan mengurai kandungan merkuri di area bekas tambang tersebut.

Reporter: Zulkifli Mangkau