Scroll Untuk Lanjut Membaca
banner
BOALEMOHEADLINEPEMPROV GORONTALO

Soroti Jalan dan Jembatan Rusak di Wonosari, Ini Langkah Gubernur Gusnar!

×

Soroti Jalan dan Jembatan Rusak di Wonosari, Ini Langkah Gubernur Gusnar!

Sebarkan artikel ini
Jalan Jembatan Wonosari
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail saat meninjau kondisi jembatan rusak di Desa Harapan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo. Foto/Dulohupa

Dulohupa.id – Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie bersama OPD terkait melakukan kunjungan kerja di Kecamatan Wonosari, Selasa (15/7/2024).

Dalam kunjungan itu, Gubernur Gusnar menyoroti sejumlah infrastruktur jalan dan jembatan yang rusak. Awalnya ia meninjau jembatan di Desa Harapan, Kecamatan Wonosari. Jembatan tersebut rusak akibat diterjang banjir arus sungai, sehingga hanya bisa dilalui kendaraan roda dua.

Selain jembatan, Gusnar bersama Idah menyelusuri sepanjang jalan menuju Desa Sari Tani. Terpantau, banyak ruas jalan rusak hingga berlubang, serta jembatan yang tidak memadai.

Gusnar mengatakan, kondisi ini mulai dari Trans Sulawesi hingga ke wilayah terpencil permukiman di Kecamatan Wonosari.

“Banyak jalan rusak, kemudian ada empat jembatan juga yang rusak termasuk jembatan Harapan. Tadi kami sudah putuskan dengan Dinas PU dengan pihak terkait, ini harus segera dieksekusi,” ucapnya.

Jembatan Rusak
Kondisi jembatan di Desa Harapan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo, Gorontalo. Foto/Dulohupa
Jalan Rusak
Kondisi Jalan rusak menuju Desa Sari Tani, Kecamatan Wonosari. Foto/Dulohupa

Ia menjelaskan cara mengeksekusi atau memperbaiki infrastruktur jalan dan jembatan ini harus diusulkan oleh Pemerintah Kabupaten Boalemo melalui Inpres jalan daerah.

“Saya akan cek ke Bupati Boalemo, apa sudah diusulkan, nanti saya telepon agar ini diusulkan, saya akan tandatangani juga pengantarnya ke pak Menteri. Harapannya supaya jadi prioritas ,” ujar Gusnar.

Kedepan jika diperbaiki, Gusnar meminta agar kendaraan seperti truk yang memuat tebu dan kelapa sawit, muatannya harus disesuaikan.

“Jangan over kapasitas, itu yang bikin rusak jalan. Saya sudah menyaksikannya, satu kali jalan itu retak dan masuk air, terbongkar lagi. Saya akan kirim Tim ke perusahaan pabrik Gula dan kelapa sawit, agar supaya ini bisa diatur sama-sama, tidak merusak jalan,” tegas Gusnar.

“Jadi jika sudah diterima usulnya, 2026 bisa konstruksi,” tandasnya.

Reporter: Enda