Scroll Untuk Lanjut Membaca
banner
PERISTIWA

Soal Pengeroyokan Dosen, Mahasiswa Teknik: Dia Datang Marah-Marah

×

Soal Pengeroyokan Dosen, Mahasiswa Teknik: Dia Datang Marah-Marah

Sebarkan artikel ini

DULOHUPA.ID- Seorang mahasiswa Teknik Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Septiyanti Puti, menanggapi insiden pengeroyokan dosen Fakultas Hukum UNG, yang terjadi kemarin, Minggu (29/11).

Kepada Dulohupa.id, Septiyani mengungkapkan, bahwa saat terjadi insiden tersebut, ia dan mahasiswa lainnya sedang melakukan rapat teknis pembahasan pengambilan data penelitian, di sekretariat mapala Fakultas Teknik UNG.

Tetapi, “Tiba-tiba senior saya bersama temannya datang. Kami tidak tahu mereka datang dengan dosen, dan (dosen itu) langsung menunjuk mereka berdua, dan langsung memarahi saya bersama teman-teman lainya. (Kami saat itu) diam karena tidak tahu masalah mereka (senior dan dosen tersebut),” jelas Septiyanti ditemui di Rumah Sakit (RS) Bunda, Senin dini hari (30/11).

Dalam kondisi tersebut kata Septiani, ia dan kawan-kawannya hanya diam, sambil menerka-nerka apa yang terjadi sebenarnya. Sementara dosen itu kata dia terus marah-marah dan terus menantang mereka.

Ngoni tidak tau kita? Kita ini te Upik, dosen hukum, ngoni cari kita di hukum (Kalian tahu tidak saya siapa? saya Upik, Dosen Hukum. Silahan kalian cari saya di Fakultas Hukum),” ungkap Septiani mengutip kata-kata yang dilontarkan dosen tersebut kepada mereka.

Usai marah-marah dengan nada tinggi tersebut, kata Septiani, dosen tersebut lantas langsung memukul salah satu seniornya hingga jatuh tergeletak.

“Setelah marah-marah, senior saya langsung dipukul hingga tergeletak di polisi tidor (markah kejut). Di saat itu senior saya langsung bangun untuk memeluk dosen tersebut agar tidak lagi dipukul,” kata Septiyanti.

Melihat kondisi yang mulai memanas, Septiani lantas meminta dosen itu pulang. Sebab, di dalam sekretariat mereka, juga banyak mahasiswa semester awal yang sedang rapat membahas teknis penelitian.

“Karena dosen itu tidak terima, tiba-tiba (dia) mengeluarkan sesuatu di (dari) dalam tas, yang kami lihat diambil itu adalah ring, alat pelindung tangan yang kami kira sajam yang dikeluarkan,” terang Septiyanti.

Karena situasi yang sudah tidak bisa dikendalikan, maka Septiani mengaku segera menjauhi tempat pertikaian. Namun terkait pengeroyokan tersebut, ia tidak tahu lagi bagaimana bisa sampai menimbulkan korban.

Reporter: Yusuf Konoli