Riset FKPT, Remaja Gorontalo Idolakan Tokoh Teroris

Dulohupa.id – Fakta mencengangkan terungkap dari hasil riset FKPT Forum Komunikasi Penanggulangan Teroris (FKPT) Gorontalo. Dari hasil riset yang dilakukan sejak tahun 2016, remaja di Gorontalo ternyata mengidolakan tokoh-tokoh yang pernah terlibat dalam aksi terorisme di Indonesia.

Sejumlah tokoh nasioal seperti, Santoso, Abu Bakar Ba’asyir, hingga Nurdin M Top, adalah tokoh idola sejumlah remaja di Gorontalo. Fakta ini tentu harus menjadi perhatian semua kalangan, khususnya para orang tua yang ada di Gorontalo.

“Kami (FKPT) saat melakukan riset, menemukan ada anak-anak siswa (SMA/SMK Sederajat) yang mengidolakan tokoh-tokoh teroris. Riset kami lakukan di salah satu kabupaten di Gorontalo,” ujar Ani M. Hasan, ketua FKPT Gorontalo.

Hal ini menurut Ani, patut di waspadai oleh seluruh pihak, terutama guru serta orang tua siswa yang ada di Gorontalo.

“Riset FKPT di tahun 2016 kemarin itu, hasilnya ada remaja yang mengidolakan tokoh teroris. Sehingga pada waktu yang bersamaan, kami sudah mengingatkan kepada sekolah-sekolah untuk terus mewaspadai siswa/siswi mereka,” jelasnya.

Riset FKPT ini sendiri dilakukan sejak tahun 2016 silam, dan mengambil lokasi di Kabupaten Boalemo.

Ia juga menambahkan, pihaknya juga telah berulang kali mengingatkan perlunya kesiapan dini untuk memantau aktivitas siswa-siswi SMA/SMK sederajat. Agar tidak terjerumus dalam gerakan-gerakan radikalisme dan terorisme yang kian masif berkembang.

“Dari hasil riset itu, kami mulai menyampaikan ke pihak-pihak sekolah untuk terus memantau siswa-siswi mereka. Agar tidak terlibat dalam gerakan-gerakan yang mengarah ke radikalisme bahkan sampai terlibat ke aksi tindakan terorisme,” Tandasnya.

 

Penangkapan Tujuh Terduga Teroris Pohuwato

Sebelumnya, warga Gorontalo gempar dengan penangkapan tujuh terduga teroris di Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, Jumat (27/11).

Dari tangan para terduga teroris, petugas mengamankan sejumlah barang bukti. Antaranya senjata api laras panjang, maupun senjata api laras pendek. Tak hanya itu, tim Densus 88 Mabes Polri juga mengamankan sejumlah senjata tajam dari tangan para terduga teroris itu.

Ketujuh terduga teroris itu sendiri telah dibawa menuju Jakarta melalui jalur udara, untuk kemudian penyelidikan lebih lanjut.

Sayangnya, hingga saat ini belum ada komentar resmi dari Mabes Polri, terkait penangkapan tujuh terduga teroris itu.

 

Reporter: Zulkifli Mangkau