Dulohupa
Portal Berita Online Gorontalo

- Advertisement -

Setuju RUU Larangan Miras, Emak-Emak: Kalau Perlu Denda dan Sanksinya Ditambah

Dulohupa.id- Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Larangan Minuman beralkohol atau Minuman Keras (Miras) yang saat ini digodok oleh DPR RI, menuai komentar emak-emak di Kabupaten Gorontalo, Jumat (13/11).

Seperti yang diungkapkan Shela Mokodompit (20) asal Desa Pulubala, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo. Kepada Dulohupa.id ia menyatakan setuju dengan RUU tersebut. Bahkan jika boleh, segera disahkan menjadi UU.

Sebelumnnya, jika mengutip draft RUU itu tersebut, pada pasal 6 menyebutkan, “Setiap orang dilarang memasukkan, menyimpan, mengedarkan, dan/atau menjual Minuman Beralkohol golongan A, golongan B, golongan C, Minuman Beralkohol tradisional, dan Minuman Beralkohol campuran atau racikan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia,”.

Kemudian bunyi pasal 19, “Setiap orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 dipidana dengan pidana penjara paling sedikit (2) tahun dan paling lama 10 (sepuluh) tahun atau denda paling sedikit Rp. 200.000.000,- (dua ratus juta) dan paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah),”.

Sehingga menanggapi hal tesebut, Shela mengungkapkan, “Kalau perlu tambah kasana depe sanksi deng denda (kalau perlu, sanksi dan denda kepada pelanggar ditambah), supaya dorang kapok dan berhenti minum-minuman beralkohol (agar mereka jera jika masih mengonsumsi miras),” kata Shela bersemangat.

Hal senada juga dikatakan Yasmin L. Asi (55) asal Kelurahan Kayubulan, Kecamatan Limboto Kabupaten Gorontalo. Kata dia, RUU Larangan miras itu sangatlah berguna.

Apalagi zaman sekarang, sudah banyak yang mengonsumsi miras tersebut, baik dari kalangan anak-anak,remaja dan dewasa.

“RUU larangan miras sangatlah bagus, karena ada RUU itu, para pemuda dan terutama para suami bisa berkurang yang sering miras,” tutup Yasmin.

Reporter: Fandiyanto Pou