Dulohupa.id-Wakil Bupati Bone Bolango, Merlan S Uloli turun langsung ke Pasar Kamis Tapa, untuk menyosialisasikan penggunaan QRIS (QR Code Indonesian Standard) kepada pengunjung dan penjual. Pasar Kamis Tapa sendiri dipilih, karena memang pasar ini merupakan terbesar di kabupaten tersebut.
Dalam sosialisasinya, Merlan mendorong para penjual di pasar tersebut, untuk perlahan mulai bermigrasi menggunakan metode pembayaran digital tersebut. Sebab, dengan pembayaran itu, akan menyederhanakan sistem pembayaran manual yang selama ini dilakukan. Lagian, nantinya pemungutan retribusi, pihaknya telah menggunakkan QRIS.
“Kita melakukan pungutan-pungutan retribusi yang selama ini bapak ibu bayar tidak langsung dengan uang cash, tetapi dengan menggunakan aplikasi E-Qris,” kata Merlan dalam sosialisasinya, Kamis (27/5).
Kata Merlan, aplikasinya ini dibutuhkan untuk meminimalisir kebocoran di sisi anggaran Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Penggunaan aplikasi E-Qris untuk menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD), nantinya dana terkumpul akan dikembalikan dengan membangun seluruh fasilitas-fasilitas umum, seperti jalan, jembatan, sekolah, puskesmas,” jelas Merlan.
Meski begitu, karena memang tidak bisa dipaksakan langsung migrasi menggunakan QRIS, maka masyarakat yang belum bisa, diminta untuk tetap membayar retribusi dengan cara lama. Namun, tentu konsekuensinya adalah pembayaran dengan cara itu tidak bisa setiap hari.
“Kalau tidak bisa melakukan aplikasi E-Qris ada solusinya, tetap bayar manual seperti karcis, tapi tidak setiap hari dengan sesuai kemampuan,” tutur Merlan.
“Saya berharap rakyat Bone Bolango harus menjadi contoh untuk rakyat yang ada di provinsi Gorontalo, untuk memakai aplikasi seperti ini,” tutup Merlan.
Reporter: Yusuf Konoli











