Dulohupa.id- Sebanyak 169 sekolah SD-SMP di Pohuwato mulai dibuka pada Selasa (18/5). Hal ini turut diungkapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Pohuwato, Lusiana Bouty, saat dikonfirmasi Dulohupa.id via saluran telpon.
“Mulai besok (Selasa 18/5) sekolah di Pohuwato dari jenjang SD-SMP akan berlakukan pembelajaran tatap muka,” ujar Lusiana, Senin (18/5).
Lusiana menuturkan, pembukaan sekolah ini akan tetap menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat. Mengingat, pada bulan Oktober 2020 kemarin, kluster penyebaran yang sangat tinggi terjadi di kalangan guru-guru SD-SMP di Pohuwato.
“Kita akan perketat. Kita tidak mau kejadian di bulan Oktober terjadi lagi, makanya penerapan protkes di setiap sekolah akan diperketat,” ungkapnya.
Bahkan kata dia, jika ada sekolah yang tidak patuh dan tak menerapkan protkes, maka pihak yang bersangkutan akan dipanggil langsung dan diberi teguran. “Akan panggil langsung dan diberi teguran,” tegas Lusi.
Lusiana menjelaskan, untuk metode pengajaran sendiri masih tetap sama, masih memberlakukan sistem shift, dan kuota siswa dalam ruang kelas hanya dibatasi 15 orang. Tetapi kata Lusiana, jika ada orang tua yang belum mengizinkan anaknya masuk, pihaknya tidak akan memaksakan.
“Hanya saja, para orang tua juga wajib memantau perkembangan pembelajaran bagi anak-anaknya. Dan sudah dipastikan, sampai dengan saat ini data guru-guru tidak ada yang terpapar Covid-19,” tuturnya.
Sementara itu, Plt Kadis Kesehatan Pohuwato, Irfan Saleh menegaskan, memang pembukaan sekolah di Pohuwato akan aktif kembali. Tapi, jika ditemukan ada kluster atau kasus positif di sekolah atau lingkungan tersebut, maka pembelajaran tatap muka akan ditutup sementara sampai keadaan membaik kembali.
“Jika ada zona merah saat aktivitas sekolah tatap muka berjalan, maka sekolah itu akan ditutup sementara waktu sampai keadaan sudah baik,” ujar Irfan via telpon kepada Dulohupa.id
*liputan ini untuk program Fellowship Jurnalis Perubahan Perilaku kolaborasi Dewan Pers dan Satgas Covid-19.
Reporter: Zulkifli Mangkau











