Dulohupa.id – Wakil Walikota Gorontalo, Ryan Kono menilai bahwa pelaksanaan Diseminasi audit kasus stunting sebagai langkah penting dalam upaya percepatan penurunan angka stunting di Kota Gorontalo hingga sebesar 14 persen.
Kasus stunting merupakan salah satu isu nasional yang sampai dengan saat ini terus digenjot oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Ryan Kono juga mengungkapkan bahwa peningkatan kualitas manusia merupakan salah satu misi yang jelas tercantum dalam RPJMN 2020-2024. Dimana salah satu indikator dan target prevelensi stunting pada balita adalah sebesar 14 persen.
Prevelensi stunting juga dinilai sebagai indikator tujuan pembangunan yang berkesinambungan Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya pada tujuan menghilangkan kelaparan, mencapai ketahanan pangan dan gizi yang baik serta meningkatkan pertanian yang berkelanjutan.
“Audit kasus stunting bertujuan untuk mencari penyebab terjadinya kasus stunting sebagai upaya pencegahan terjadinya kasus stunting. Audit Stunting sendiri dilakukan dalam 4 kegiatan, yaitu pembentukan tim audit, pelaksanaan audit kasus stunting dan manajemen pendampingan keluarga, Desiminasi serta pelaksanaan tindak lanjut,” Ungkap Wakil Walikota Gorontalo, Ryan Kono, Selasa (11/07/2023).
Sementara itu, stunting dan perkembangannya di Kota Gorontalo hingga pada bulan Juni 2023 yaitu diantaranya ada sebanyak 421 anak dengan berat badan kurang dan 112 anak dengan berat badan sangat kurang. Untuk tinggi badan, ada sebanyak 296 anak pendek dan 135 anak dengan ketinggian sangat pendek. Disisi lain, ada sebanyak 320 anak yang mengalami gizi kurang dan setidaknya ada 58 anak gizi buruk.
Lebih lanjut, Ryan Kono menyampaikan bahwa peraturan Presiden mengarahkan pendekatan pencegahan lahirnya balita stunting melalu pendampingan keluarga beresiko stunting. Sehingga siklus terjadinya stunting dapat dicegah dengan perlu adanya formulasi kebijakan serta strategi yang tepat untuk mengatasi permasalahan yang ada.
Reporter: Kris











