Gorontalo – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kembali memperoleh pengakuan atas kontribusinya dalam pemberdayaan masyarakat dan pembangunan kawasan pesisir. Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., menerima penghargaan sebagai Kampus Inspiratif Pemberdayaan Masyarakat dalam ajang Anugerah Mandaya Awards 2026, Selasa (27/10/2026).
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Dr. (H.C.) Drs. H. Abdul Muhaimin Iskandar, M.Si.
Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi pemerintah pusat terhadap peran UNG dalam mengoptimalkan fungsi perguruan tinggi sebagai mitra strategis pembangunan masyarakat. Komitmen tersebut tercermin melalui berbagai upaya yang menempatkan pemberdayaan masyarakat, terutama di kawasan pesisir Teluk Tomini, sebagai bagian penting dari kontribusi universitas kepada daerah.
Sebagai perguruan tinggi yang mengusung visi The Engine of Tomini Bay, UNG terus memperkuat perannya dalam mendorong pengembangan potensi kawasan Teluk Tomini. Visi tersebut menjadi landasan bagi universitas untuk menghubungkan ilmu pengetahuan, riset, inovasi, serta kapasitas sumber daya manusia dengan kebutuhan dan potensi masyarakat setempat.
Melalui pendekatan tersebut, UNG berupaya mendorong agar potensi lokal tidak hanya menjadi sumber daya yang tersedia, tetapi juga mampu dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi dan sosial yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat pesisir.
Rektor UNG, Prof. Eduart Wolok, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas penghargaan yang diberikan pemerintah pusat. Ia menilai, capaian tersebut bukan semata-mata keberhasilan institusi, melainkan hasil dari komitmen bersama seluruh sivitas akademika dalam menjalankan peran perguruan tinggi bagi masyarakat.
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab yang lebih luas daripada sekadar melaksanakan pendidikan dan menghasilkan lulusan. Institusi pendidikan tinggi juga dituntut menghadirkan solusi, mendorong inovasi, serta berkontribusi terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi UNG untuk terus memperkuat kontribusinya dalam pembangunan masyarakat. Dengan mengedepankan peran pendidikan tinggi, riset, inovasi, dan kolaborasi, UNG berkomitmen menghadirkan manfaat yang relevan dengan kebutuhan masyarakat di kawasan Teluk Tomini,” ujar Prof. Eduart.
Ia juga menegaskan bahwa pengembangan Teluk Tomini membutuhkan keterlibatan dan komitmen berbagai pihak. Pemberdayaan masyarakat pesisir perlu dilakukan secara berkelanjutan agar potensi daerah dapat memberikan nilai tambah, membuka peluang ekonomi, serta mendukung pembangunan yang lebih inklusif.
Dalam hal ini, UNG berupaya mengambil peran sebagai penghubung antara potensi akademik dan kebutuhan nyata masyarakat. Kolaborasi yang kuat diharapkan mampu memperluas dampak program pemberdayaan sekaligus memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengelola sumber daya dan mengembangkan potensi wilayahnya.
Penghargaan Mandaya Awards 2026 sekaligus mempertegas pentingnya peran perguruan tinggi dalam mendukung agenda pembangunan nasional melalui pendekatan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Bagi UNG, pengakuan tersebut menjadi dorongan untuk terus mengembangkan kontribusi nyata bagi kawasan Teluk Tomini.
Sejalan dengan semangat The Engine of Tomini Bay, UNG berkomitmen untuk terus menjadi bagian dari upaya mewujudkan pembangunan kawasan yang berkelanjutan, inklusif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Capaian ini juga menegaskan bahwa keberhasilan perguruan tinggi tidak hanya ditentukan oleh prestasi akademik, tetapi juga oleh kemampuannya menghadirkan perubahan positif bagi lingkungan dan masyarakat sekitarnya.











