Gorontalo – Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Prof Eduart Wolok jenguk langsung sejumlah mahasiswa yang menjadi korban terseret arus sungai.
Eduart mengatakan, usai mendapat kabar musibah menimpa mahasiswanya, ia langsung bertolak kembali ke Gorontalo di sela-sela kegiatan rapat koordinasi bersama Mendiktisaintek di Jakarta.
Bagitu tiba di bandara Djalaluddin, Rektor langsung bertolak ke RSUD Aloei Saboe menjenguk langsung mahasiswa korban selamat yang mendapatkan perawatan, Rabu (16/4/2025).
Usai menjenguk korban selamat, Rektor didampingi pimpinan Universitas bakal menghadiri takziah di rumah duka Regina Malaka (korban meninggal) di Marisa, Pohuwato.
Rektor menyampaikan duka cita yang mendalam atas 3 mahasiswa meninggal, saat melaksanakan tugas penelitian dalam program KKN terintegrasi MBKM di Desa Dunggilata, Kecamatan Bulawa, Kabupaten Bone Bolango.
Rektor turut menyampaikan rasa syukur atas keselamatan korban, serta memberikan semangat dan dukungan moril kepada korban yang dirawat dan keluarga yang turut mendampingi di rumah sakit.
“Dari tujuh mahasiswa yang selamat, dua orang tengah dirawat di rumah sakit untuk proses pemulihan akibat mengalami cedera. Sedangkan lima mahasiswa lainnya sudah kembali ke rumah masing-masing,” terang Rektor.
Kepada seluruh mahasiswa korban selamat, rektor mengaku pihak universitas akan terus melakukan pemantauan. Menurutnya tahap rehabilitasi pasca tragedi ini akan terus dikedepankan, sebagai bagian dari komitmen dan tanggung jawab UNG terhadap para korban.
“Terlepas dari musibah yang terjadi, tentunya ini menjadi peringatan bagi UNG untuk bisa lebih meningkatkan keamanan mahasiswa yang sedang berkegiatan di lapangan,” terangnya.
Musibah yang terjadi kata Rektor, bukanlah sesuatu yang diinginkan atau bahkan diduga oleh mahasiswa yang tengah menjalankan tugas penelitian.
“Mohon doa dari seluruh masyarakat untuk mereka yang gugur saat menuntut ilmu ini, insyaallah diberikan khusnul khotimah dan memperoleh tempat terbaik,” pungkas rektor.
Redaksi











