Dulohupa
Portal Berita Online Gorontalo

Rekomendasi PERGEMI untuk Lansia Menjelang Akhir Masa Tanggap Darurat COVID-19

Dulohupa.id – Pemerintah mencanangkan Masa Tanggap Darurat COVID-19 pada awal Maret hingga 29 Mei 2020. Dalam masa tersebut, berbagai upaya pencegahan penularan dan tata laksana penyakit telah dilakukan, terutama bagi populasi lanjut usia. Namun, hingga saat ini masih saja terdapat peningkatan kasus COVID-19 di Indonesia.

Terkait orang lanjut usia, di Jakarta saja, hampir dua ribu pasien lanjut usia dalam kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP), 1.500 pasien lanjut usia dalam kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP), serta 1.400 pasien lanjut usia terkonfimasi positif COVID-19.

Sedangkan secara nasional, hampir sekitar 16 persen dari total kasus COVID-19 adalah populasi lanjut usia (lansia), dengan angka mortalitas sekitar 44 persen. Komorbiditas yang sering ditemukan pada pasien terinfeksi COVID-19 adalah penyakit tidak menular (PTM), seperti tekanan darah tinggi (hipertensi), kencing manis atau diabetes melitus (DM), penyakit jantung, serta penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).

“Hal ini tentu saja menjadi perhatian kami dari PERGEMI (Gerontologi Medik Indonesia) karena populasi lanjut usia mengalami penurunan fungsi fisiologis, proses penuaan, serta tidak jarang yang memiliki komorbiditas lebih dari satu,” ujar Ketua Umum PERGEMI, Siti Setiati.

Terkait kondisi tesebut, sekaligus berbarengan dengan peringatan Hari Lanjut Usia Internasional yang jatuh pada hari ini, Kamis (1/10), PERGEMI merilis beberapa rekomendasi bagi lansia, menjelang akhir masa tanggap darurat COVID-19 ini.

Adapun rekomendasi tersebut adalah, lansia sebaiknya tinggal bersama pelaku rawat (caregiver) atau keluarga, agar dapat dipantau kondisinya secara rutin. Bagi pelaku rawat dan keluarga, tetap memperhatikan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, cuci tangan dengan air mengalir dan sabun, menjaga etika batuk dan bersin, serta menjaga jarak dengan lanjut usia yang tinggal serumah.

Selain itu, melakukan disinfeksi pada benda-benda yang sering disentuh, seperti perangkat telepon genggam, kacamata, meja, kursi, hand-rail, gagang pintu, laptop dan lain lain. Lalu dibersihkan dengan kain bersih secara rutin. Kemudian membersihkan lantai rumah dengan disinfektan minimal satu kali setiap hari. Tetap berhati-hati agar tidak jatuh dengan menghindari lantai licin akibat disinfektan.

Pelaku rawat atau keluarga sebaiknya ikut memperhatikan kesehatan mental lansia dan menjamin terpenuhinya keperluan sehari-hari, salah satunya membantu lansia untuk berbelanja keperluan sehari-hari, menghindari penggunaan alat pribadi secara bersama seperti alat sholat, alat makan, dan lain-lain, serta usahakan tidak menerima kunjungan tamu.

Memastikan tempat tinggal memiliki ventilasi yang baik, seperti membuka jendela pada pagi hari agar sinar matahari dan udara dapat masuk ke dalam tempat tinggal, lansia disarankan untuk berjemur kira – kira selama 15 menit setiap pagi sekitar jam 09.00, sebanyak minimal tiga kali setiap minggu, lansia harus tetap melakukan aktivitas fisik sesuai kapasitas fungsional mereka setiap hari.

Kemudian tetap melakukan aktivitas untuk menstimulasi fungsi kognitif seperti mengisi teka teki silang (TTS), Sudoku, bermain catur, membaca dan mengulang bacaan (buku/ kitab suci), membuat jurnal, dan lain-lain.

Lansia harus memiliki waktu tidur yang cukup, sebanyak 6 hingga 8 jam setiap hari secara rutin. Konsumsi makan-makanan bergizi dan minum air putih, apabila terdapat pembatasan konsumsi makan dan minum, disesuaikan dengan kondisi masing-masing. Bagi lansia dengan risiko malnutrisi, sesuaikan kebutuhan protein sesuai dengan rekomendasi panduan atau guideline selama tidak ada kontraindikasi

Lansia yang mengonsumsi obat-obatan rutin dari fasilitas kesehatan, diharapkan tetap mengonsumsi obat-obatan tersebut secara rutin dan mengambil obat dari fasilitas kesehatan setiap dua bulan seperti Keputusan BPJS no 14 tahun 2020. Lansia dalam kondisi tertentu juga dapat memperoleh layanan antar obat rutin dari fasilitas kesehatan. Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) atau Pemerintah Daerah (Pemda) setempat seyogianya mendukung pendanaan pengantaran obat-obat tersebut.

Lansia diharapkan belajar dan disediakan akses telekomunikasi, agar dapat memanfaatkan pelayanan telekomunikasi secara maksimal untuk berkonsultasi dengan dokter atau fasilitas kesehatan apabila ada keluhan. Sebagai contoh, bila ada perburukan fungsi kognitif yang lebih dari biasanya, terdapat penurunan nafsu makan dan minum, atau keluhan non gawat darurat lainnya.

Menghubungi keluarga atau teman yang tidak tinggal serumah agar mencegah rasa kesepian, depresi, dan cemas. Mengikuti kelas lansia secara daring atau online. Pelaku rawat atau keluarga dapat menggunakan layanan kunjungan rumah (homecare) untuk membantu merawat lansia. Bagi petugas kesehatan yang datang ke rumah lansia sakit harus tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Pelayanan kunjungan rumah terutama diperuntukkan bagi lansia dengan ketergantungan berat atau total, hampir seluruhnya atau sama sekali tidak dapat melakukan kegiatan dasar sehari-hari tanpa bantuan pelaku rawat.

Cepatnya perburukan pada pasien lansia yang mengalami infeksi COVID-19, serta tingginya angka kematian pada lansia menyebabkan peningkatan risiko terganggunya kesehatan mental atau memperberat gangguan psikiatrik yang sudah ada sebelumnya dan juga mengganggu status fungsional dan kognitif kalangan lansia.

Adanya gangguan interaksi sosial dengan dunia luar meningkatkan risiko depresi dan cemas di kalangan usia lanjut. Isolasi diri juga akan sangat berdampak pada lansia yang selama ini hanya mengandalkan kontak sosial di luar rumah, seperti panti jompo, daycare khusus lansia atau komunitas tertentu di masyarakat.

Hal yang dapat dilakukan oleh keluarga, kerabat, dan teman-teman adalah lebih sering, menelepon keluarga yang berusia lanjut yang sudah tidak  sering dikunjungi lagi, mengajarkan cara berkomunikasi  secara online, mengupayakan online konsultasi, atau memberikan hewan peliharaan yang mudah dirawat dan disukai usia lanjut untuk mengatasi perasaan kesepian lansia.

*Catatan: Bersama lawan virus corona. Dulohupa.id mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. Ingat pesan ibu, 3M (pakai Masker, rajin Mencuci tangan, dan selalu Menjaga jarak).
Reporter: Wawan Akuba