Dulohupa
Portal Berita Online Gorontalo

Rapat Paripurna LKPJ Provinsi Gorontalo Digelar Melalui Video Conference

Dulohupa.id – Berbeda dengan pelaksanaan sebelumnya, Rapat Paripurna Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Provinsi Gorontalo ini dibacakan dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Gorontalo melalui video conference (vidcon).

Pelaksanaan rapat paripurna tersebut dihadiri Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, Wakil Gubernur Idris Rahim, Sekretaris Daerah Darda Daraba dan beberapa pimpinan OPD berada di aula rumah jabatan Gubernur. Sementara pimpinan dan anggota DPRD berada di ruang rapat kantor DPRD Provinsi Gorontalo.

“Saat ini kita diperhadapkan dengan merebaknya wabah virus covid-19, hal ini harus kita sikapi dengan bijaksana dan bersama sama melakukan penanganan dari berbagai aspek di Provinsi Gorontalo,” ucap Rusli Habibie membuka sambutannya.

Gubernur dua periode ini menjelaskan, arah pembangunan selama tahun 2019 merupakan awal pelaksanaan RPJMD 2017-2022. Tema besar yang diangkat dalam arahan pembangunan Pemprov dikatakan olehnya, yakni Terwujudnya Masyarakat Gorontalo yang Maju, Unggul dan Sejahtera. Olehnya itu Melalui tema tersebut, ditegaskan oleh Gubernur fokus pembangunan tahun 2019, diarahkan pada sembilan faktor utama dan rinciannya pengembangan sektor dasar, yang menjadi potensi daerah dan sektor jasa.

“Yang masih menjadi masalah dasar seperti pendidikan, kesehatan, kemiskinan, dan infrastruktur. Kemudian sektor yang menjadi potensi daerah, yaitu pertanian, perikanan dan kelautan, serta kehutanan. Ada juga pengembangan sektor jasa untuk peningkatan ekonomi, koperasi, UMKM, industri, pariwisata yang ditunjang tenaga kerja yang berkompeten dan lain sebagainya,” terang Rusli Habibie.

Lebih lanjut dikatakan olehnya, ditengah situasi pandemik ini, Gorontalo mampu menjaga kinerja ekonomi, yakni mencapai 6,41 persen, walaupun lebih lambat dibanding tahun 2018 yang mencapai 6,51 persen, namun masih lebih tinggi dari capaian rata-rata nasional yaitu sebesar 5,02 persen. Mantan orang nomor satu di Gorontalo Utara ini juga menambahkan, secara nasional, tahun 2019 kemiskinan di Gorontalo kembali bisa diturunkan menjadi 15,31 persen, dari tahun 2018 yang berada di angka perse persen.

“Alasan utama turunnya angka kemiskinan ini, karena keberhasilan semua pihak baik pemerintah maupun anggota legislatif,” tukasnya.

Lebih lanjut Rusli Habibie menambahkan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) cenderung membaik dari tahun ketahun. Tahun 2019 berhasil ditingkatkan menjadi 68,49 poin, meningkat dibanding capaian tahun 2018 yang berada diangka 67,71 poin.

“Capaian-capaian tersebut menjadi pemicu bagi kita semua untuk terus bekerja keras bagi peningkatan kesejahteraan seluruh masyarakat,” pungkasnya. (adv)