Dulohupa.id – Rapat Kerja Teknis (Rakernis) tingkat Regional V Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) resmi dibuka pada Rabu (29/07/2026) di Hotel Fox, Kota Gorontalo.
Kegiatan itu diikuti dari pengurus PMI daerah di wilayah se-Sulawesi, Maluku, Maluku Utara dan Papua. Dengan mengusung tema “Akselerasi Penguatan Tata Kelola Jejaring dan Peningkatan Mutu UDD PMI Tahun 2026”.
Rakernis Regional V itu dibuka langsung oleh Kepala Bidang Unit Transfusi Darah Pusat PMI, dokter Linda Lukita Waseso. Usai pembukaan, Dokter Linda mengungkapkan bahwa UDD PMI se-Indonesia saat ini berjumlah 250 unit.
Menurutnya, dari Rakernis tingkat regional ini akan melahirkan rekomendasi-rekomendasi yang nantinya akan dibawa pada Rapat Kerja Nasional PMI.
“Dengan tujuan adalah akselerasi percepatan untuk tata kelola daripada palang merah Indonesia itu sendiri,” ujar dokter Linda.
“Dan hasilnya akan ada rekomendasi-rekomendasi, baik untuk pengurus pusat khususnya, tapi lebih lagi untuk mengadvokasi pemerintah tentang bagaimana pelayanan darah yang sudah dilakukan oleh Palang Merah Indonesia,” lanjutnya.
Dokter Linda mengatakan bahwa PMI hadir untuk mendukung pemerintah dalam hal pelayanan darah, dan memastikan akan terus berjalan selaras.
Senada dengan itu, Ketua PMI Provinsi Gorontalo, Ishak Liputo juga mengatakan bahwa UDD disetiap daerah hadir untuk membantu pemerintah itu sendiri.
Ishak berharap, lewat kolaborasi bersama nanti pelayanan donor darah di wilayah Gorontalo akan lebih maksimal demi membantu masyarakat.
Dijelaskannya, bahwa di Gorontalo kebutuhan darah cukup banyak dalam sebulan. Semisal, untuk jenis pengobatan cuci darah, dalam sebulan bisa menghabiskan rata-rata 510 kantong di Gorontalo. Hal ini menurut Ishak, sehingga perlu kolaborasi yang baik antara PMI dan Pemda itu sendiri.
“Di Gorontalo, orang yang cuci darah di rumah sakit itu sangat banyak. Dan rata-rata satu bulan untuk hanya orang yang cuci darah itu kurang lebih 510 kantong, nah kalau kita tidak disupport dari pemerintah (bagaimana nanti), kita ini posisi PMI hanya membantu pemerintah,” ucap Ishak.
Peran PMI di tengah masyarakat dalam hal pelayanan darah cukup sentral. Sehingga, Ishak berharap antara PMI dan Pemda dapat saling mendukung untuk kepentingan masyarakat Gorontalo.
“Nah ini yang saya mencoba untuk dalam Rekernis ini, untuk menyamakan pandangan kita semua. Bagaimana agar kita satu suara di Regional V, kita sampaikan kepada pemerintah, karena setetes darah adalah menyelamatkan nyawa manusia,” tutupnya.
Reporter: Yayan











