Scroll Untuk Lanjut Membaca
GORONTALO

Rahmat Libunelo: Insinyur Harus Jadi Penggerak Infrastruktur Berkelanjutan

×

Rahmat Libunelo: Insinyur Harus Jadi Penggerak Infrastruktur Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini
Insinyur Gorontalo
Ir. Rahmat Libunelo, ST., MT., IPM (Pakai kaca mata) bersama sejumlah akademisi dan praktisi teknik. Foto/ist

Limboto – Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Kabupaten Gorontalo, Ir. Rahmat Libunelo, ST., MT., IPM, menegaskan bahwa insinyur harus hadir sebagai penggerak utama dalam pembangunan infrastruktur berkelanjutan. Hal itu ia sampaikan dalam rangka persiapan Musyawarah PII Kabupaten Gorontalo yang akan digelar di Limboto pada Desember mendatang.

Menurut Rahmat, rangkaian kegiatan Musyawarah akan diawali dengan kontes keinsinyuran bertema “Peningkatan Peran Insinyur dalam Mendukung Infrastruktur Berkelanjutan”.

Tema ini dipilih untuk mendukung visi PII nasional tentang Reindustrialisasi dalam rangka mewujudkan Indonesia Emas 2045, di mana pertumbuhan industri dan ekonomi hanya dapat tercapai jika ditopang oleh infrastruktur yang tangguh serta berkelanjutan.

Pembahasan Infrastruktur Berkelanjutan

Dalam musyawarah ini, para peserta akan membahas berbagai aspek infrastruktur berkelanjutan, termasuk:

• Energi Bersih: pemanfaatan energi terbarukan seperti PLTS, bioenergi, dan efisiensi energi di gedung dan fasilitas publik.

• Transportasi Ramah Lingkungan: perencanaan jalan, jembatan, dan transportasi massal yang hemat energi dan ramah lingkungan.

• Manajemen Air dan Lingkungan: sistem drainase, konservasi sumber air, serta mitigasi banjir dan sedimentasi.

• Bangunan Hijau dan Infrastruktur Kota Cerdas: desain gedung dan fasilitas publik yang hemat energi, menggunakan material ramah lingkungan, serta integrasi teknologi informasi untuk efisiensi.

Selain itu, musyawarah juga akan dirangkaikan dengan berbagai kegiatan sosial dan edukasi, mulai dari donor darah, penanaman pohon, hingga workshop keinsinyuran. Dalam workshop tersebut juga akan dibuka layanan konsultasi keinsinyuran bagi masyarakat.

“Misalnya ada warga yang ingin membangun rumah, kami punya ahli struktur. Untuk infrastruktur jalan ada ahli sipil, ada pula ahli elektrikal, ahli kimia, hingga ahli informatika. Bahkan di bidang pangan kami memiliki ahli pertanian dan perikanan, serta beberapa bidang sains lainnya. Semua ini bisa dimanfaatkan masyarakat untuk mendapatkan masukan yang tepat,” jelas Rahmat.

Persiapan musyawarah turut melibatkan sejumlah akademisi dan praktisi teknik, di antaranya:

1. Ir. Rahmat Libunelo, ST., MT., IPM (Dosen Teknik Sipil UMGO)

2. Ir. Rahmad Hidayat Boli, ST., MT (Dosen Teknik Mesin UNUGO)

3. Rifaldo Pido, ST., MT (Dosen Teknik Mesin UNUGO)

4. Ir. Rahman Djau, ST., MT., IPM (Kaprodi Teknik Sipil UNUGO)

5. Moh. Rifal, ST., MT (Kaprodi Teknik Mesin UNUGO)

6. Sartan Nento, ST., MT (Dosen Teknik Sipil UNUGO)

7. Dr. Ir. Merita Ayu Indrianti, SP., MP, IPM., ASEAN Eng (Dosen Agribisnis UMGO)

“Kami sudah menyampaikan surat resmi ke Humas Bupati Kabupaten Gorontalo. Nantinya, audiensi dengan Bupati akan membahas tentang organisasi PII Kabupaten Gorontalo dan tingkat keterlibatan rekan-rekan PII seandainya dibutuhkan keahliannya,” tambah Rahmat.

Puncak kegiatan akan ditandai dengan pelaksanaan Musyawarah PII Kabupaten Gorontalo, yang diharapkan menjadi forum penting bagi para insinyur untuk memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah, sekaligus bagian dari upaya menuju visi besar Indonesia Emas 2045.