Scroll Untuk Lanjut Membaca
HEADLINEPOHUWATO

Puluhan Penambang Diduga Tertimbun Longsor di PETI DAM Hulawa, 5 Orang Meninggal Sudah Dievakuasi

×

Puluhan Penambang Diduga Tertimbun Longsor di PETI DAM Hulawa, 5 Orang Meninggal Sudah Dievakuasi

Sebarkan artikel ini
Longsor PETI DAM Pohuwato
5 Korban Meninggal Dunia yang Berhasil Dievakuasi di Lokasi PETI DAM, Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, Pohuwato, Gorontalo. foto/nal

Dulohupa.id, Pohuwato – Puluhan penambang diduga tertimbun material longsor di kawasan Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) DAM, Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo.

Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi pada Rabu (12/8/2026) sore di kawasan pertambangan yang berada cukup jauh dari permukiman warga. Kondisi medan yang sulit dilalui disebut menjadi salah satu kendala dalam proses pencarian dan evakuasi korban.

Berdasarkan video yang beredar di masyarakat, material tanah dari tebing di lokasi PETI tiba-tiba bergeser dan longsor saat aktivitas penambangan tengah berlangsung. Material longsoran kemudian menimpa sejumlah pekerja yang berada di sekitar lokasi.

Informasi sementara yang dihimpun menyebutkan, sejak proses evakuasi dilakukan, sedikitnya lima korban telah berhasil dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia. Empat di antaranya disebut merupakan warga Kecamatan Mananggu, Kabupaten Boalemo.

Jumlah korban kemudian dilaporkan terus bertambah. Hingga informasi ini disusun, total korban yang telah ditemukan disebut mencapai delapan orang. Namun, jumlah tersebut masih merupakan informasi sementara dan masih dapat berubah seiring proses pencarian di lokasi.

Lokasi kejadian yang berada di kawasan terpencil membuat proses evakuasi berlangsung tidak mudah. Tim di lapangan harus menghadapi akses menuju lokasi yang sulit serta kondisi material longsor yang berpotensi membahayakan proses pencarian korban lainnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait jumlah pasti korban maupun kronologi lengkap kejadian. Dulohupa.id masih berupaya mendapatkan konfirmasi resmi dari pihak kepolisian, Basarnas, pemerintah daerah, maupun pihak terkait lainnya mengenai jumlah korban, proses evakuasi, dan kondisi para penambang yang diduga masih tertimbun.

Reporter: Onal