Scroll Untuk Lanjut Membaca
GORONTALOHEADLINEPENDIDIKAN

Puluhan Napi Buta Aksara Belajar Baca Tulis di Lapas Gorontalo

39
×

Puluhan Napi Buta Aksara Belajar Baca Tulis di Lapas Gorontalo

Sebarkan artikel ini
Narapidana Buta Aksara
Para narapidana atau warga binaan di Lapas Kelas IIA Kota Gorontalo saat belajar baca tulis huruf abjad bahasa Indonesia. Foto/Dulohupa

Dulohupa.id – Puluhan narapidana (Napi) mengikuti program pemberantasan buta aksara yang dilaksanakan Lapas Kelas IIA Kota Gorontalo. Layaknya siswa, mereka diajarkan membaca dan menulis. Materi yang diajarkan pun baru dasar-dasar huruf abjad Bahasa Indonesia.

Warga binaan di Lapas ini mengikuti kelas belajar dibagi menjadi dua kelompok yakni kelompok baru memulai dari awal dan kelompok yang sudah bisa mengeja huruf abjad.

Selain peserta belajar berusia 20 sampai 40 tahun, ada juga warga binaan yang sudah berusia 50 sampai 60 tahun ke atas. Mereka mengaku tidak tahu membaca dan menulis sejak masa anak-anak.

Setelah tiga bulan belajar di Lapas Gorontalo, mereka mulai mengenal huruf-huruf abjad hingga menghafalnya.

Seperti yang dirasakan salah satu warga binaan, Rahmat Yunus. Ia mengaku sudah tahu membaca dan menulis setelah belajar selama 7 bulan.

“Terima kasih banyak untuk bapak kalapas, saya sudah tahu membaca. Alhamdulillah semua huruf sudah hafal dan tahu menulis. Memang sebelumnya tidak tahu sama sekali tapi sudah tahu. Kalau saya sudah 7 bulan belajar. Sudah tahu huruf-huruf semua,” ungkap Rahmat.

Baca Tulis
Seorang warga Binaan saat belajar menulis hujuf abjad. Foto/Dulohupa

Selain petugas Lapas yang mengajar, para pengajar di kelas ini bahkan dari warga binaan itu sendiri.

Belajar membaca dan menulis kepada para Narapidana merupakan program pemberantasan buta aksara yang diselenggarakan Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham) Provinsi Gorontalo.