Untuk Indonesia

Protes Soal Kebijakan Kartu Vaksinasi, Aksi PMII Gorontalo Dibubarkan Polisi

Dulohupa.id- Aksi demonstrasi yang dilakukan oleh organisasi pergerakan mahasiswa islam Indonesia (PMII) cabang Kota Gorontalo, siang tadi, Jumat (23/7/2021) diwarnai aksi saling dorong dengan personel polisi.

Koordinasi aksi, Tri Harianto kepada dulohupa.id mengungkapkan, aksi saling dorong itu karena para mahasiswa sempat menolak dibubarkan oleh polisi. Ia pun menegaskan, tak tahu alasan personel Kepolisian Resor (Polres) Gorontalo Kota itu membubarkan aksi mereka. 

“Kami tiba-tiba diminta bubar tanpa alasan, bahkan kami merasa dipaksa membubarkan diri dengan adanya kontak fisik dorongan dari aparat.” ujar Tri, kesal. 

 

Pembubaran itu sendiri terjadi di depan kantor Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo. Sebelumnya, aksi yang digelar untuk menolak kebijakan pemberlakuan kartu vaksinasi sebagai syarat mengurus administrasi itu, dimulai dari kantor Gubernur Gorontalo pada pukul 13.00 WITA. 

Saat itu, pihak pemprov menerima dan mendengarkan tuntutan massa aksi. Meski, tuntutan massa untuk bertemu Gubernur Gorontalo, tidak terpenuhi. Sebab, Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie diketahui tengah menjalani isolasi mandiri, karena terjangkit Covid-19. 

Ketidakhadiran gubernur pun ditanggapi oleh massa aksi dengan meminta wakil gubernur untuk menemui pihaknya. Namun rupanya, wakil gubernur pun mengaku sibuk karena sedang menghadiri rapat dengan Forkopimda Provinsi Gorontalo.

Beruntung, salah satu pejabat pemprov sempat menerima massa aksi tersebut. Meski, pejabat itupun tidak memberikan tanggapan ataupun komentar apa-apa terhadap aksi mahasiswa tersebut. 

Karena merasa aksinya sia-sia, puluhan mahasiswa itu lantas melanjutkan aksinya di Depan Kantor Dinas Kesehatan Provinsi, dengan tuntutan tentang keterbukaan mengenai kasus KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) yang menjadi keresahan pada masyarakat Gorontalo.

Awalnya aksi berjalan dengan lancar serta dalam pantauan pihak kepolisian. Namun setelah 15 menit aksi berlangsung, massa aksi dibubarkan paksa oleh polisi.

Reporter: Reinaldi Julfikram

Comments are closed.