Dulohupa.id – Produktivitas singkong di Gorontalo semakin meningkat dengan pembuktian hasil panen singkong yang bisa mencapai 30 kilogram per batang. Seperti terlihat dalam panen raya singkong yang sekian kalinya di Desa Tolotio, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo, Jumat (08/3/2024) kemarin.
Peningkatan produktivitas ubi kayu atau singkong di Gorontalo merupakan program inisiatif dari Wakil ketua DPR RI, Rachmat Gobel (RG) melalui tim Kemandirian Pangan Rakyat Gorontalo (TKP-RG) bekerjasama dengan PT Seruniandal Citra Mandiri.
Koordinator TKP-RG, Prof Mohammad Ikbal Bahua menjelaskan, panen raya di Desa Tolotio sudah dilakukan sejak 6 Desember 2023 lalu hingga saat ini. Adapun hasilnya singkong varietas Garuda mencapai 30 kilogram per batang. Sementara Varietas Casesa dan Cimanggu mencapai 20-25 kilogram per batang.
Ikbal mengatakan, penanaman singkong ini bekerjasama dengan PT Seruniandal Citra Mandiri sebagai penyalur pupuk organik seperti pembenah tanah Antesenah, dekomposer kresna dan pupuk Pog Bio Unggul.
“Bapak Rachmat Gobel setiap saat memperhatikan pembangunan pertanian di Gorontalo karena beliau sadar bahwa disini adalah masyarakat Agraris yang mata pencariannya adalah petani,” ujarnya.
Ikbal berharap masyarakat petani bisa melakukan diversifikasi (Keanekaragaman) pangan yang bisa menambah pendapatan petani. Sehingga menurutnya, Gorontalo bisa memproduksi 150 sampai 300 ton singkong dengan hasil panen saat ini yang bisa mencapai 30 kilogram per batang.
“Melihat hasil ini, panenya bisa mencapai 300 ton dengan biaya produksi 6,4 juta rupiah. Sehingga ini bisa dijadikan subtitusi untuk tanaman yang lain seperti jagung. Ini merupakan satu terobosan dari tim kemandirian pangan untuk introduksi di bidang teknologi pertanian,’ tutur mantan dekan Pertanian Universitas Negeri Gorontalo tersebut.
“Kami juga mengapresiasi kepada PT Seruniandal Citra Mandiri yang sudah mendatangkan pupuk organik untuk membantu masyarakat petani di Gorontalo,’ sambungnya.

Sementara Direktur PT. Seruniandal Citra Mandiri, Agus Mukhlison memaparkan, perusahaan ini memproduksi produk-produk unggulan Biofertilizer seperti pupuk organik pembenah tanah Antesenah, dekomposer kresna dan pupuk Pog Bio Unggul.
Agus mengatakan, produksi singkong bisa mencapai 80 ton per hektar dengan pemakaian 14 kilogram pupuk pembenah tanah antesenah per hektar.
“Jadi tidak perlu lagi perluasan lahan yang terping adalah produktivitas yang ditingkatkan. Ini yang harus kita perhatikan yaitu produktivitasnya,” pintanya.
Ia menuturkan, pupuk ini tak hanya digunakan pada singkong atau ubi kayu, tapi bisa digunakan juga pada demplot padi dan jagung.
“Dengan pupuk ini, kami juga menjalin kemitraan dengan Universitas Padjajaran yang diwakili oleh Prof Tualar Simarmata. Teknologi pemupukan juga bekerjsama dengan Masyarakat singkong Indonesia yang diwakili oleh Helmi Hasanuddin selaku ketua pengebangan produk dan bisnis singkong,” tambah Agus.
Di tempat yang sama, Sekretaris Utama Badan pangan Nasional, Sarwo Edhy mengapresiasi inisiatif yang dilakukan tim kemandirian pangan yang digagas Rahmat Gobel dengan bekerjasama PT Seruniandal Citra Mandiri.
“Inilah harapan pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi khususnya petani. Panen singkong di Tolotio merupakan salah satu penganekaraman pangan, yang juga merupakan salah satu program dari pemerintah,” ujar Sarwo.
“Semoga program ini bisa diteruskan pak Agus, karena awal-awal saya belum percaya panennya bisa mencapai 30 kilogram per batang. Setelah saya datang ke Gorontalo, memang benar. Ini luar biasa,” imbuhnya.
Reporter: Enda











