Scroll Untuk Lanjut Membaca
AdvertorialGORONTALO

Program RG dan Peran PT Seruniandal Citra Mandiri Tingkatkan Produktivitas Singkong di Gorontalo

94
×

Program RG dan Peran PT Seruniandal Citra Mandiri Tingkatkan Produktivitas Singkong di Gorontalo

Sebarkan artikel ini
Singkong Gorontalo
Suasana panen raya singkong di Desa Tolotio, Kecamatan Tibawa, Kbuapten Gorontalo. Foto/Dulohupa

Dulohupa.id – Produktivitas singkong di Gorontalo semakin meningkat dengan pembuktian hasil panen singkong yang bisa mencapai 30 kilogram per batang. Seperti terlihat dalam panen raya singkong yang sekian kalinya di Desa Tolotio, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo, Jumat (08/3/2024) kemarin.

Peningkatan produktivitas ubi kayu atau singkong di Gorontalo merupakan program inisiatif dari Wakil ketua DPR RI, Rachmat Gobel (RG) melalui tim Kemandirian Pangan Rakyat Gorontalo (TKP-RG) bekerjasama dengan PT Seruniandal Citra Mandiri.

Koordinator TKP-RG, Prof Mohammad Ikbal Bahua menjelaskan, panen raya di Desa Tolotio sudah dilakukan sejak 6 Desember 2023 lalu hingga saat ini. Adapun hasilnya singkong varietas Garuda mencapai 30 kilogram per batang. Sementara Varietas Casesa dan Cimanggu mencapai 20-25 kilogram per batang.

Ikbal mengatakan, penanaman singkong ini bekerjasama dengan PT Seruniandal Citra Mandiri sebagai penyalur pupuk organik seperti pembenah tanah Antesenah, dekomposer kresna dan pupuk Pog Bio Unggul.

“Bapak Rachmat Gobel setiap saat memperhatikan pembangunan pertanian di Gorontalo karena beliau sadar bahwa disini adalah masyarakat Agraris yang mata pencariannya adalah petani,” ujarnya.

Ikbal berharap masyarakat petani bisa melakukan diversifikasi (Keanekaragaman) pangan yang bisa menambah pendapatan petani. Sehingga menurutnya, Gorontalo bisa memproduksi 150 sampai 300 ton singkong dengan hasil panen saat ini yang bisa mencapai 30 kilogram per batang.

“Melihat hasil ini, panenya bisa mencapai 300 ton dengan biaya produksi 6,4 juta rupiah. Sehingga ini bisa dijadikan subtitusi untuk tanaman yang lain seperti jagung. Ini merupakan satu terobosan dari tim kemandirian pangan untuk introduksi di bidang teknologi pertanian,’ tutur mantan dekan Pertanian Universitas Negeri Gorontalo tersebut.