Dulohupa.id – Penjabat Gubernur Gorontalo Ismail Pakaya bersama wakil ketua DPR RI, Rachmat Gobel lakukan panen perdana komoditi singkong (ubi kayu) Varietas Cimanggu, Casesa, dan Garuda yang terletak di Desa Tolotio, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo, Sabtu (6/1/2024).
Panen perdana singkong itu juga dihadiri Direktur PT. Seruniandal Citra Mandiri, Agus Mukhlison,Tim Ahli Pertanian Universitas Padjadjaran, Prof Tualar Simarmata, Koordinator Tim Kemandirian Pangan Rakyat Gorontalo (TKP-RG), Mohamad Ikbal Bahua, Perwakilan Dinas Pertanian Provinsi, dan pemerintah setempat serta kelompok tani Desa Tolotio.
Ubi kayu yang di tanam pada tahun 2022 ini merupakan hasil pengaplikasian pupuk organik produk PT Seruniandal Citra Mandiri bekerjasama dengan tim Kemandirian Pangan Rakyat Gorontalo (TKP-RG) yang diinisiasi Rachmat Gobel.
Koordinator TKP-RG, Mohammad Ikbal Bahua menjelaskan, singkong organik ini ditanam pada areal lahan kurang lebih dua hektar di Desa Tolotio dan membutuhkan 8.000 sampai 1.000 stek tanaman singkong.
“Steknya (bibit singkong) dikirim langsung dari Lampung dan di bawah pengawasan langsung oleh wakil ketua DPR RI,” ujar Iqbal.
Ia menjelaskan, singkong dengan varietas Cimanggu, Casesa dan Garuda bisa menjadi alternatif yang bisa dikonsumsi selain beras dan jagung. Hasilnya bisa capai 30 kilogram per pohon dibandingkan dengan hasil tanaman singkong biasa pada umumnya.
“Untuk Varietas Garuda ini bisa menghasilkan panen 30 kilogram per pohon. Sedangkan untuk varietas Cimanggu dan Casesa bisa capai 25 kilogram per pohon. Jadi panen di lokasi ini bisa capai 300 ton. Pendapatannya bisa capai 150 sampai 300 juta per tahun,” paparnya.
Penanaman singkong ini tidak luput dari kerja sama PT Seruniandal Citra Mandiri sebagai penyalur pupuk yang bergerak di bidang agribisnis terutama di sektor pertanian, perkebunan dan kehutanan.

Direktur PT. Seruniandal Citra Mandiri, Agus Muklison menjelaskan, perusahaan ini memproduksi produk-produk unggulan Biofertilizer yang dipakai pada tanaman singkong. Seperti pupuk organik pembenah tanah Antesenah, dekomposer kresna dan pupuk Pog Bio Unggul.
“Produk-produk unggulan ini langsung di supervisi oleh Universitas Padjajaran Bandung yang diwakili langsung oeleh Prof Tualar Simarmata. Produk ini juga dapat dipergunakan di Demplot padi dan jagung. Tahun ini di Gorontalo kita gunakan di tanaman singkong dan alhamdulillah hasilnya bisa capai 32 kg per pohon untuk varietas Garuda,” papar Agus.
Agus menjelaskan, bahkan singkong dengan varietas Cimanggu dan Garuda bisa langsung dikonsumsi atau dibuat keripik atau direbus. Sedangkan untuk Varietas Casesa tidak bisa dikonsumsi langsung.
“Ketiga Varietas ini sangat mendukung program pemerintah untuk skala industri seperi pembuatan terigu dan sebagainya.
Dirinya berharap keberlangsungan bibit komoditas singkong tidak hanya berhenti di Tolotio saja.
“Semoga untuk keberlanjutan tanaman singkong ini bisa terus dilakukan karena potensi untuk menanam singkong di Gorontalo sangat cocok untuk dilakukan,” harap Agus.
Sementara Penjabat Gubernur Gorontalo, Ismail Pakaya mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk motivasi bagi para petani dan pemerintah dalam memanfaatkan lahan kering untuk budidaya singkong. Sesuai dengan target pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian untuk penanaman tanaman umbi-umbian tahun 2022/2023 seluas 11,175 ha dan bantuan pupuk organik padat 100 sct/ha.
“Lahan singkong di Provinsi Gorontalo sampai dengan tahun 2021 mencapai 654 ha dengan produksi mencapai 6.675 ton, dengan adanya kegiatan panen ini maka diharapkan akan terjadi program ekstensifikasi lahan pertanian untuk penanaman singkong. Jika lahan/tanah tersebut masih butuh dibajak, maka silahkan pinjam alat di brigade kecamatan dan itu gratis” tutur Penjagub.
Mantan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gorontalo ini mengungkapkan bahwa Gorontalo ini mayoritas penduduknya petani kurang lebih 54%, kontribusi pertanian dalam pertumbuhan ekonomi itu masih cukup besar. Oleh karena itu, harus terus didorong petani untuk bisa memproduksi secara maksimal bukan hanya minimal.
“Provinsi Gorontalo itu masih masuk dalam lima besar provinsi dengan angka kemiskinan tinggi, itu berarti mayoritas masyarakat kita yang petani nilai tukarnya belum terlalu tinggi. Oleh sebab itu, jika ada pihak swasta yang mau masuk ke Gorontalo di silahkan kami terbuka akan hal tersebut,” lanjut Ismail.
Di tempat yang sama, Wakil Ketua DPR RI, Rachmat Gobel menuturkan, sekarang ini yang dibutuhkan membangun ekosistem pertanian yang sehat dan benar. Olehnya, Rachmat akan mencanangkan pertanian singkong, kakao, dan komoditas pertanian lainnya yang masing-masing di atas lahan 1.000 hektare.
“Sehingga pertanian singkong dan komoditas lainnya bisa meningkatkan pendapatan petani dan berharap bisa mengurangi kemiskinan di Gorontalo,” ujarnya.
Rachmat mengaku sudah enam kali melakukan uji coba demplot di lokasi berbeda seperti di Pulubala, Suwawa, Bionga, Tolotio, dan Hutabohu dengan komoditas jagung, padi, nanas, serta singkong.
“Alhamdulillah semuanya sukses, meskipun ada yang bilang tanah di pulubala itu ada tanah kutukan karena gagal panen. Tapi alhamdulillah bisa sukses. Kita perlu berikhtiar dan berusaha agar produksi pertanian kita melimpah,” pungkas Wakil ketua DPR RI, Rachmat Gobel.
Reporter: Enda












