Scroll Untuk Lanjut Membaca
banner
INFO COVID-19

PPKM Level 3 Pohuwato, Zona Merah Dilakukan Pembatasan Ketat

×

PPKM Level 3 Pohuwato, Zona Merah Dilakukan Pembatasan Ketat

Sebarkan artikel ini
Ramon Abdjul saat meninjau lokasi vaksinasi mobile/Hendrik Gani
Ramon Abdjul saat meninjau lokasi vaksinasi mobile/Hendrik Gani

Dulohupa.id- Penerapan pemberlakuan pembatasan masyarakat (PPKM) level 3 di Pohuwato, dilakukan dengan memperketat pengawasan dan pembatasan di wilayah zona merah. Sekretaris Gugus Tugas Covid-19 setempat, Ramon Abdjul menjelaskan, bahwa pemerintah setempat pun sudah menyurati seluruh pemerintah desa di wilayah tersebut. 

“Alhamdulillah pemerintah daerah sekarang sudah mengeluarkan surat edaran, jadi sudah jelas itu ada pengetatan pembatasan kegiatan kemasyarakatan, dan ada hal-hal yang dilarang dari kurung waktu dari tanggal 27-2 agustus 2021,” ujar Ramon Abdjul saat meninjau lokasi vaksinasi di Pasar Marisa, Sabtu (31/7/2021). 

Ramon Abdjul menambahkan, bahwa saat ini gugus tugas terus berupaya memberikan edukasi kepada masyarakat agar mau melakukan vaksin dan juga penegakan protokoler kesehatan.

“Kami telah memacu kegiatan untuk mendorong dan mengedukasi masyarakat tentang kesadaran vaksin, dan kita juga telah melaksanakan mobile vaksin tingkat kecamatan yaitu satu minggu dua kali yang langsung di pimpin ketua satgasnya pak camat,” sambung Ramon. 

“Posko sudah ada penguatannya, pelibatan tenaga medis, kekuatan satgas kita libatkan pada saat itu, masyarakat yang isolasi mandiri saat ini sudah ada pengawasan dari tim kesehatan,” tambah pria yang juga menjabat ketua BPBD ini. 

Masyarakat harus patuh terhadap protokol kesehatan, sebab kata Ramon, jika terjadi lonjakan kasus, jumlah bed di rumah sakit tidak akan mampu menampung pasien. Sebab, saat ini pun kata dia, pihaknya hanya memiliki setidaknya 32 bed untuk pasien. 

“Sekarang ini kita memang kekurangan jumlah BOR (ketersediaan bed) yang ada di dua isolasi terpusat. Di Paguat itu BOR kita kekuatannya hanya 12 orang kemudian yang di Marisa 20 orang jadi hanya 32 orang,” turup Ramon.

Reporter: Hendrik Gani